Iklan Layanan Manado
Minahasa

Bitung

Minahasa Selatan

Minahasa Tenggara

Tomohon

Utama » Cerpen & Puisi

Cerpen : Kau Berikan yang Terbaik

Staff Manado Today   |   29 Juli 2011 – 18:18 WITA
Christin Linelejan

Cerpen ini hasil karya : Christin Linelejan

Hidup ini hanya kepingan yang terasing dilautan, yang kadang memaksa kita untuk bertindak di luar dugaan…
Ya…kamu benar Ainy, aku pernah seranjang dengan Resti, aku pernah mencium dia, aku pernah memeluknya, aku selingkuh dengan dia….
Prraaanggg….! Kata-kata ini bagaikan pisau yang menikam tubuhku.
Tidak…tidak…! Katakan kau bohong Budi, katakan ini cuma kalimat rekayasa kamu, kau berkata seperti ini karena kau sedang kesal….!

Aku sama sekali tak percaya dengan ucapan Budi. Tapi kenyataan berkata demikian, fakta berbicara. Realita…ya…realita. Nada-nada sumbang sudah sering aku dengar dari teman-teman Budi, namun aku tak mau begitu saja percaya dengan hal ini. Tapi kini terbukti, Budi mengatakannya sendiri padaku….

Ah…kenapa semua ini harus terjadi? Apakah selama ini aku salah?
Tidak…! Kesalahan bukan padaku, tapi justru kesalahan memang terletak padanya.

Ditengah-tengah kesibukanku menyelesaikan thesis sebagai tugas akhir untuk menyabet gelar Magister, diwaktu aku sibuk mengurusi setumpuk organisasi yang membuat kepalaku pusing tujuh keliling, di saat itu juga dia mengambil waktu untuk berselingkuh. Dan saat ini juga dengan mataku aku menyaksikan mereka berduaan di kamar hotel.

Kenapa hal ini harus terjadi? Kenapa aku dikhianati? Berjuta pertanyaan mengapa terlintas dalam benakku….

Perasaanku hancur…ya…aku patah hati, kerjaanku saat ini hanyalah merenung dan menangisi perselingkuhan Budi.

“Ainy, mama begitu khawatir denganmu nak, mama tahu kamu sedang sedih.” mama berkata sambil membelai kepalaku…

“Ma, kenapa sih ini harus terjadi sama aku? Aku bingung ma, karena jujur aku masih sangat mencintai Budi.
“Mama mengerti perasaanmu nak, tapi mama cuma ingin menasehatkan, sebaiknya kau lupakan Budi, dia lebih memilih Resti daripada kamu.”
“Um…maksud mama??”
“Selama ini Budi sudah melupakan kamu kan? Buktinya dia tak pernah menelepon kamu ataupun datang menjenguk kamu, lagian kemarin pas mama di rumah sakit, mama melihat Budi dan Resti disana
“Ngapain mereka disana ma..?
“Sepertinya Resti hamil, Budi mengantarnya periksa.”
“What…?”
Oh God, betapa sakitnya hatiku, Budi yang berpacaran denganku semenjak kuliah S1, kini menghamili sahabatku. So sad… T.T
“Sudalah nak. Relakan Budi untuk Resti, kau akan dapatkan lelaki yang jauh lebih baik darinya”
Mama benar, aku harus melepaskan Budi, ngga ada gunanya kalau aku masih mau bertahan, terlalu bodoh jika aku masih mempertahankan lelaki yang telah menghamili perempuan lain. Terpaksa ku ucapkan kata-kata ini, “Selamat tinggal Budi, pedih tanpa luka, biarlah dia gugur helai demi helai, keadaan memaksaku untuk mengambil keputusan ini….!

“Setelah menyelesaikan study S2, aku pikir aku butuh santai sedikit, ya…laut adalah tempat yang cocok….!
Zaaaaazzzzhhh…..! Deburan ombak membelah pantai dan butiran pasir…! Ah rasanya kesedihanku hilang…! Kutulis nama Budi di pasir, dan kini namanya terhapus ombak laut, ya…nama itu ikut terhapus dari hatiku…!
“Halo Nona manis….! Nggak baik seorang Magister sendirian, boleh jadi pendampingmu?”
Hm…ternyata yang datang Kak Deni. Teman bermain petak umpet diwaktu aku kecil dulu, kakak kelas waktu aku sekolah, cowo’ yang suka membuat aku jengkel di waktu aku sedang marah sampai-sampai aku melupakan kemarahanku karenanya, cowo’ yang selalu membantuku membuat PR, cowo’ yang suka menghiburku diwaktu aku di hukum Pak Guru…, ya teman masa kecilku….
Eh…inikah lelaki yang selama ini aku tunggu? Ya…inilah dia yang Tuhan berikan untuk aku.
“I love you sweet girl” Kak Deni berkata sambil mencium dahiku.
“I love you too, kk’…”
Aku tersenyum penuh arti. Terima kasih Tuhan.

Share Berita Ini ke : Facebook | Twitter | Digg


Komentar yang dikirimkan melalui form di bawah ini menjadi tanggung jawab pengirim| Manado Today berhak untuk memuat , tidak memuat, mengedit, dan/atau menghapus data/informasi yang disampaikan oleh pembaca.

Kirim Komentar

Add your comment below, or trackback from your own site. You can also subscribe to these comments via RSS.

Be nice. Keep it clean. Stay on topic. No spam.

You can use these tags:
<a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

This is a Gravatar-enabled weblog. To get your own globally-recognized-avatar, please register at Gravatar.

Loading