Iklan Layanan Manado
Minahasa

Bitung

Minahasa Selatan

Minahasa Tenggara

Tomohon

Utama » Berita Pilihan, Headline, Tomohon

Kaunang: Penjualan Tabung Elpiji Jangan Lampaui HET

Ardi Kalumata   |   11 Oktober 2011 – 09:37 WITA
elpiji 3kg

Ilustrasi Elpigi (intuisiblog.com)

Tomohon Today—Pemerintah Kota Tomohon melalui Assisten Bidang Ekonomi dan Pembangunan Dra Truusje Kaunang meminta kepada agen penjual tabung gas Elpiji agar tidak menjual di atas Harga Eceran Tertinggi (HET)
Hal ini ditegaskan Kaunang menyusul tingginya harga jual yang diberlakukan agen Elpiji di Kota Tomohon di mana per tabung dijual dengan harga Rp 16 ribu. Padahal kata Kaunang, sesuai ketentuan, daerah yang berada 60 kilometer dari Stasiun Pengisian Bahan Bakar Elpiji (SPBE) pertabung untuk ukuran 3 kilogram dijual dengan harga Rp 12.760.
‘’Harga yang dijual agen Elpiji di Tomohon sangat tinggi. Kami akan mengecek kembali ke agen apakah masih dijual dengan harga sesuai ketentuan atau bagaimana,’’ tegas Kaunang kepada manadotoday.
Kaunang mengakui jika di Tomohon belum ada HET untuk Elpiji, karena prosesnya masih harus ke provinsi dulu. Hanya saja tambahnya,letak Tomohon sudah jelas yakni berada di bawah 60 kilometer dari SPBE yang terletak di Bitung. Dengan begitu, HET untuk Tomohon kemungkinan besar akan ditetapkan sebesar Rp 12.760. (ark)

Share Berita Ini ke : Facebook | Twitter | Digg


Komentar yang dikirimkan melalui form di bawah ini menjadi tanggung jawab pengirim| Manado Today berhak untuk memuat , tidak memuat, mengedit, dan/atau menghapus data/informasi yang disampaikan oleh pembaca.

Kirim Komentar

Add your comment below, or trackback from your own site. You can also subscribe to these comments via RSS.

Be nice. Keep it clean. Stay on topic. No spam.

You can use these tags:
<a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

This is a Gravatar-enabled weblog. To get your own globally-recognized-avatar, please register at Gravatar.

Loading