Iklan Layanan Manado
Minahasa

Bitung

Minahasa Selatan

Minahasa Tenggara

Tomohon

Utama » Headline

Kecelakaan Kapal di Bunaken, Anggota Komisi III DPR-RI Tewas

Redaksi Manado Today   |   7 Agustus 2010 – 15:21 WITA

Manado Today –  Tragis. Siang tadi, sekitar pukul 12.00 WITA terjadi kecelakaan Kapal di Bunaken. Kecelakaan Kapal yang ditumpangi anggota Komisi III DPR-RI, menewaskan seorang wakil rakyat yang teridentifikasi bernama Setya Permana.

Bukan hanya Setya Permana, tragedi ini juga menewaskan Istri anggota Komisi III, Cipto dan membuat luka sejumlah anggota Komisi. Informasi Manado Today menyebutkan, Kapal yang mereka ditumpangi dari Bunaken ketika hendak memasuki pelabuhan Manado secara tiba-tiba dihantam ombak setinggi 2 meter dan terbalik hancur berkeping-keping karena membentur Mercusuar di dekat pelabuhan.

Saat ini seluruh korban meninggal dan luka-luka di rawat di RS Bayangkari Manado dan RS Bunda Siti Maryam. Korban luka ringan antara lain Drs H Otong Abdurrahman, Dimyati Natakusumah, Abubakar Al Habsyi, Nudirman Munir, Nurdin, dan Cipto.

Seperti diketahui, 27 anggota Komisi  III DPR RI ini, 6 Agustus kemarin melakukan rapat kerja dengan  Kejati Sulut, Pangadilan Tinggi, Pengadilan Tinggi Agama, Pengadilan Tinggi Militer, & PTUN Manado. Yang menuju Bunaken hanya delapan anggota DPR. (her)

Share Berita Ini ke : Facebook | Twitter | Digg


Komentar yang dikirimkan melalui form di bawah ini menjadi tanggung jawab pengirim| Manado Today berhak untuk memuat , tidak memuat, mengedit, dan/atau menghapus data/informasi yang disampaikan oleh pembaca.

& Komentar »

  • ded mengatakan:

    bos yang sebenarya kecelakaan di dermaga bunaken atau saat kapal kembali dari bunaken? kok beritanya beda dengan yang lain?

    • rizky mengatakan:

      Sebenarnya kecelakaan sekembalinya dari Bunaken, di sekitar pelabuhan Manado. Mungkin Wartawan pada bingung saking situasi panik, dan berlomba memberitakan lebih dahulu, jangankan Wartawan, petugas keamananpun data korban berbeda-beda. Nama kapal juga beda ada yang menyebut Ex Sagiro, ada yang menyebut Lexajiro dan Kapolda bilang Lesajiro.

      Dari Kasus ini mengingatkan saja pada pimpinan Sulut dan Kota Manado, jangan terlalu semangat berkoar-koar MKPD (Manado Kota Parawasitata Dunia) 2010, proyek “mercusuar” yang dihentikan batu Mercusuar, sosialisasi kesana kemari sampai luar negeri, ternyata infrastruktur dan SDM penyelamatan tidak siap alias nihil. Kita dilapangan cari oksigen untuk bantuan pertamapun tak ada, boro-boro itu namanya penjaga pantai. Kejadian ini harus diakui sebagai “tamparan” keras bagi kota Manado. Di sarankan Stop itu promosi MKPD, Bikin Pamplet2 dan Booklet Mahal sementara di lapangan belum di benahi

Kirim Komentar

Add your comment below, or trackback from your own site. You can also subscribe to these comments via RSS.

Be nice. Keep it clean. Stay on topic. No spam.

You can use these tags:
<a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

This is a Gravatar-enabled weblog. To get your own globally-recognized-avatar, please register at Gravatar.

Loading