Iklan Layanan Manado
Minahasa

Bitung

Minahasa Selatan

Minahasa Tenggara

Tomohon

Utama » Hukum dan Kriminal

Keluarga Korban Padati Sidang Lanjutan Pembunuhan Lindy Pandoh

Staff Manado Today   |   17 September 2012 – 19:14 WITA
pembunuhan PNS Minsel

WW alias Wensy tertunduk lesu dalam lanjutan sidang pembunuhan PNS Minsel yang digelar PN Manado pada Senin (17/09) tadi

MANADO,(manadotoday.com) – Sidang pembunuhan PNS di Minahasa Selatan almarhumah Lindy Melisa Pandoh oleh terdawa WW alias Wensy, pada 20 Januari lalu, kembali digelar Pengadilan Negeri (PN) Manado, Senin (17/9).

Sejak dua jam sebelum persidangan yang dipimpin oleh ketua majelis hakim Willem Rompis SH dengan anggota Verralynda Lihawa SH.MH dan Alexander Palumpun SH MH itu dimulai, keluarga korban memadati ruangan sidang tersebut.

Dalam siding dengan mengagendakan pembacaan pembelaan, penasehat hukum terdakwa yaitu Noorche Jabes Tumundo SH, membacakan pembelaan setebal 23 halaman.

Pembelaan itu, tim penasehat hukum terdakwa berkesimpulan bahwa tuntutan hukuman seumur hidup dari Jaksa Penuntut Umum (JPU) Romi Johanes SH terlalu berat dan terkesan mengabaikan fakta persidangan, keterangan saksi, serta alat bukti yang meringankan lainnya.

“Pada prinsipnya kasus ini bukan pembunuhan berencana akan tetapi tindakan spontanitas dari terdakwa yang menyebabkan kematian” tandas kuasa hukum terdakwa.

Dia menguraikan fakta yang meringankan antara lain adalah desakan korban yang meminta uang Rp 1 juta kepada terdakwa dengan ancaman akan melaporkan segala perbuatan yang mereka telah lakukan kepada isteri terdakwa.

Sementara itu, dihadapan majelis hakim, Wensy terlihat menitikkan air mata saat pembelaannya dibacakan, dan meminta keringanan hukuman serta permohonan maaf dari pihak keluarga korban.

Menanggapi pembelaan terdakwa bersama kuasa hukumnya, JPU menyatakan akan tetap dengan tuntutan hukuman seumur hidup kepada mantan anggota Satpol PP Kabupaten Minsel itu.

“Kami tetap menuntut terdakwa atas tuduhan melanggar pasal 340 KUHP (pembunuhan yang direncanakan_red) dengan tuntutan hukuman seumur hidup,” tegas Johanes.

Majelis hakim yang memimpin sidang ini akan mempelajari tuntutan JPU, pembelaan oleh penasehat hukum terdakwa serta fakta persidangan yang terungkap dan menunda sidang sampai Rabu (19/9) dengan agenda pembacaan putusan.

Diketahui pemerkosaan disertai pembunuhan terhadap Lindy Pandoh ini terjadi pada 20 januari 2012 lalu. (gin)

Share Berita Ini ke : Facebook | Twitter | Digg


Komentar yang dikirimkan melalui form di bawah ini menjadi tanggung jawab pengirim| Manado Today berhak untuk memuat , tidak memuat, mengedit, dan/atau menghapus data/informasi yang disampaikan oleh pembaca.

Kirim Komentar

Add your comment below, or trackback from your own site. You can also subscribe to these comments via RSS.

Be nice. Keep it clean. Stay on topic. No spam.

You can use these tags:
<a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

This is a Gravatar-enabled weblog. To get your own globally-recognized-avatar, please register at Gravatar.

Loading