Iklan Layanan Manado
Minahasa

Bitung

Minahasa Selatan

Minahasa Tenggara

Tomohon

Utama » Ekonomi dan Keuangan

Kenaikan Harga Cengkih Disebabkan Pembeli Proaktif

Staff Manado Today   |   15 Juni 2011 – 22:38 WITA

Manado Today – Pembeli cengkih proaktif terus menghimpun stok cengkih yang masih tersisa di tangan petani, berdampak positif pada harga cengkih di tingkat pedagang pengumpul di Kota Manado, naik hingga Rp140 ribu per kilogram.

“Bulan Mei lalu harga cengkih baru di kisaran Rp110 ribu, tetapi karena pedagang pengumpul terus berlomba menyerap stok yang masih tersisa pada petani sehingga harga menguat hingga 27 persen hanya dalam tempo sekitar dua minggu menjadi Rp140 ribu,” kata Kepala Bidang Perdagangan Dalam Negeri, Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Sulut, Janny Rembet di Manado, Rabu.

Janny mengatakan, harga yang mencapai Rp140 ribu, merupakan patokan tertinggi yang pernah dicapai komoditas unggulan masyarakat Sulut tersebut sejak pertama kali ditanam di Sulut hingga tahun 2011 ini.

“Tidak pernah menyangka harga cengkih bisa mencapai Rp140 ribu per kilogram hal ini terjadi karena kebutuhan pabrik yang makin tinggi,” kata Janny.

Terhadap kemungkinan harga cengkih masih akan bergerak naik lagi, kata Janny sulit untuk diprediksi, karena harga jual yang tercipta saat ini masuk dalam kategori abnormal, karena pergerakan harga sangat tajam.

“Cengkih kering saat panen raya tahun 2010 lalu hanya di kisaran Rp40 ribu hingga Rp50 ribu per Kg, dan tidak pernah terduga sebelumnya hanya dalam tempo sekitar sembilan bulan menguat hingga 140 ribu atau berkisar 250 persen kenaikannya,” kata Janny.

Kendati harga cengkih terus bergerak mencapai harga tertinggi, tetapi disambut dingin sebagian besar petani komoditas tersebut karena mereka tidak lagi merasakan dampak langsungnya.

“Yang merasakan dampak kenaikan harga cengkih ini tinggal pedagang saja, sebab sebagian besar stok petani sudah dilepas sebelum harga mencapai Rp100 ribu,” kata Johnson, petani cengkih di Minahasa.

Cengkih merupakan tanaman tahunan yang masih menjadi komoditas unggulan masyarakat Sulut, tanaman tersebut berbuah lebat atau panen raya rata-rata setiap dua tahun sekali.

Pada tahun 2010 lalu, bertepatan panen raya komoditas tersebut, petani Sulut berhasil memproduksi sekitar 12 ribu hingga 15 ribu ton, jumlah tersebut masih jauh dibandingkan kebutuhan nasional berkisar 100 ribu hingga 120 ribu ton setiap tahun.

Harga cengkih pernah mengalami masa suram sekitar 15 tahun silam, saat itu harga cengkih ambruk hingga Rp3.000 hingga Rp4.000 per Kg, tetapi sejak Badan Penyangga Pemasaran Cengkih (BPPC) dihapuskan, harga komoditas tersebut terus bergerak naik, dan tahun ini merupakan pencapaian harga tertinggi. (ann/raf)

Share Berita Ini ke : Facebook | Twitter | Digg


Komentar yang dikirimkan melalui form di bawah ini menjadi tanggung jawab pengirim| Manado Today berhak untuk memuat , tidak memuat, mengedit, dan/atau menghapus data/informasi yang disampaikan oleh pembaca.

Kirim Komentar

Add your comment below, or trackback from your own site. You can also subscribe to these comments via RSS.

Be nice. Keep it clean. Stay on topic. No spam.

You can use these tags:
<a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

This is a Gravatar-enabled weblog. To get your own globally-recognized-avatar, please register at Gravatar.

Loading