Iklan Layanan Manado
Minahasa

Bitung

Minahasa Selatan

Minahasa Tenggara

Tomohon

Utama » Press Release

Keterangan Pers Kejaksaan Tinggi Sulawesi Utara

Redaksi Manado Today   |   17 Agustus 2010 – 18:46 WITA

1. Indonesia adalah Negara hukum, oleh karena itu seluruh anggota masyarakat harus taat hukum termasuk para penegak hukum (Polisi, Jaksa, Hakim dan Pengacara/Penasehat Hukum).2. Terkait putusan Praperadilan yang memutuskan penahanan Jaksa/Penuntut Umum tidak sah, pada pokoknya Jaksa/Penuntut Umum menghormati semua putusan pengadilan, namun sesuai hukum acara yang belaku (KUHAP) putusan tersebut sudah batal demi hukum dan tidak mempunyai kekuatan hukum yang mengikat untuk dilaksanakan karena terdakwa sebelum putusan praperadilan dijatuhkan sudah beralih status penahanan menjadi penahanan Hakim yang menyidangkan perkara pokok yang diketuai oleh Hakim Edhy Sudharmono (selaku Ketua Pengadilan Negeri Manado) berdasarkan Penetapan Penahanan Majelis Hakim nomor : 330/Pen.Pid/2010/PN.MDO tanggal 12 Agustus 2010 yang dilaksanakan /dieksekusi oleh Jaksa Penuntut Umum tanggal 13 Agustus 2010 pagi sebelum putusan Praperadilan, yang sidang perdananya akan dilaksanakan pada hari Kamis, 19 Agustus 2010.
3. Jadi Jaksa Penuntut Umum menghormati penahanan yang diperintahkan oleh Majelis Hakim yang akan menyidangkan perkara pokok. Kalau Majelis Hakim perkara pokok akan memerintahkan Jaksa untuk mengeluarkan terdakwa maka pasti Jaksa akan melaksanakan perintah Majelis Hakim tersebut. Tetapi kalau Jaksa diminta melaksanakan putusan Hakim Praperadilan yang batal demi hukum maka Jaksa Penuntut Umum akan melanggar hukum yaitu melaksanakan putusan yang tidak mempunyai kekuatan hukum untuk dieksekusi dan melanggar penetapan penahanan Hakim perkara pokok. Karena itu pasal 82 ayat (1) huruf (d) KUHAP melarang hakim praperadilan untuk menjatuhkan putusan jika perkara pokok sudah mulai disidangkan di Pengadilan Negeri Manado.
4. Mari semua pihak menahan diri dan menghormati ketentuan hukum yang berlaku. Jangan memaksakan kehendak sehingga melakukan perbuatan yang melanggar hukum. Jangan memberikan pernyataan-pernyataan yang menyimpang dari ketentuan hukum acara pidana yang berlaku. Agar pernyataan-pernyataan berisi pendidikan hukum secara benar terhadap masyarakat Sulawesi Utara.
5. Bahwa putusan Prapradilan belum masuk pada materi perkara oleh karena itu tidak ada kaitan antara putusan Praperadilan dengan perkara pokok.
6. Pada prinsipnya terdakwa dr. Elly Englebert Lasut, ME tidak bersalah sebelum ada putusan Hakim dan mempunyai kekuatan hukum tetap. Oleh karena itu terdakwa dan Penasehat Hukum harus membuktikan di Pengadilan Negeri bahwa terdakwa tidak bersalah dan sebaliknya Jaksa Penuntut Umum akan membuktikan terdakwa bersalah.

Sumber: Kejaksaan Tinggi Sulut

Share Berita Ini ke : Facebook | Twitter | Digg


Komentar yang dikirimkan melalui form di bawah ini menjadi tanggung jawab pengirim| Manado Today berhak untuk memuat , tidak memuat, mengedit, dan/atau menghapus data/informasi yang disampaikan oleh pembaca.

Kirim Komentar

Add your comment below, or trackback from your own site. You can also subscribe to these comments via RSS.

Be nice. Keep it clean. Stay on topic. No spam.

You can use these tags:
<a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

This is a Gravatar-enabled weblog. To get your own globally-recognized-avatar, please register at Gravatar.

Loading