Iklan Layanan Manado
Minahasa

Bitung

Minahasa Selatan

Minahasa Tenggara

Tomohon

Utama » DPRD Sulut

Komisi I Deprov Sulut Sambangi LP Klas II Tuminting

Aldy Monareh   |   13 September 2011 – 20:48 WITA

Manado Today – Sebagai tindak lanjut dari laporan masyarakat perihal praktek pemberian remisi kepada narapidana yang diduga konsekuensinya harus dibayar, dan dugaan transaksi peredaran narkoba di LP Tuminting, Komisi I DPRD Sulut yang bermitra dengan Kementrian Hukum dan HAM menyambangi LP Klas II Manado yang berlokasi di Kelurahan Tuminting.

Dalam kunjungan, Selasa (13/9/2011) sore tadi, Rombongan yang dipimpin Ketua Komisi I Deprov Sulut Jhon Dumais didampingi Mikson Tilaar, Netty Pantow dan Lexy Solang, melakukan dialog dengan para Pejabat di LP Tuminting dengan Kanwil Departemen Hukum dan HAM Sulut.

LP tuminting

Suasana Dialog Komisi I Deprov Sulut Dengan Pimpinan LP Tuminting

Dalam dialog yang berlangsung penuh kekeluargaan tersebut Ketua Komisi I mengungkapkan bahwa mempertanyakan berbagai aktifitas para Napi di LP Tuminting, dan penanganan Kesehatan kepada para Napi, sekaligus mempertanyakan kebenaran peredaran Narkoba di LP tersebut, serta kabar tentang Napi yang mendapatkan Remisi namun dengan konsekuensi harus di bayar.

“Salah satu tujuan kunjungan Komisi I Deprov adalah untuk mempertanyakan kebenaran peredaran Narkoba serta pemberian Remisi terhadap Napi yang harus di bayar, serta aktifitas dan penanganan Kesehatan para Napi,” ujar Lexy Solang.

Menanggapi akan hal ini, Kepala LP Klas II Manado Johanes Waskito, membantah jika terjadi peredaran narkoba di LP yang dikepalainya tersebut. Sebab, menurutnya pengamanan yang dilakukan terhadap para pengunjung sangat ketat dilakukan sehingga tidak mungkin terjadi peredaran narkoba. Selain itu, diakuinya pula bahwa hal ini sudah diantisipasi, ditambah lagi ada testpack narkoba yang dilakukan bagi para napi yang rutin dilakukan.

“Tidak benar ada peredaran Narkoba, karena pihak pengamanan pro aktif melakukan sweeping dan razia bagi para pengunjung,” terang waskito.

Terkait dengan khabar adanya praktek pemberian remisi dengan konsekuensi harus dibayar Napi, juga dibantah Waskito. Menurutnya, pemberian remisi yang dilakukan sudah sesuai prosedur yang berlaku.

“Pemberian Remisi dengan konsekuensi napi harus membayar itu juga kabar bohong, karena remisi yang diberikan atas dasar perilaku napi itu sendiri,” tandasnya.

Ditambahkan waskito, dalam rangka pembinaan mental, yang dilakukan pihaknya lebih kepada penyadaran diri dengan melakukan pendekatan kepribadian dan Agama.

“Yang kami lakukan adalah upaya penyadaran, agar nantinya napi tersebut tidak akan melanggar hukum lagi,” kunci Waskito.

Sementara itu Ketua Komisi I Jhon Dumais, usai dilaksanakannya dialog, mengungkapkan bahwa kunjungan ini merupakan agenda Komisi I, sebagai tindaklanjut aspirasi masyarakat yang tidak puas dengan kinerja LP Tuminting.

“Dalam dialog tadi penegakan aturan dikembalikan kepada aturan-aturan yang ada,” tukas Dumais. (lou)

Share Berita Ini ke : Facebook | Twitter | Digg


Komentar yang dikirimkan melalui form di bawah ini menjadi tanggung jawab pengirim| Manado Today berhak untuk memuat , tidak memuat, mengedit, dan/atau menghapus data/informasi yang disampaikan oleh pembaca.

Kirim Komentar

Add your comment below, or trackback from your own site. You can also subscribe to these comments via RSS.

Be nice. Keep it clean. Stay on topic. No spam.

You can use these tags:
<a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

This is a Gravatar-enabled weblog. To get your own globally-recognized-avatar, please register at Gravatar.

Loading