Iklan Layanan Manado
Minahasa

Bitung

Minahasa Selatan

Minahasa Tenggara

Tomohon

Utama » Berita Pilihan, Headline, Tomohon

Komunitas Budaya Tomohon Salurkan Aspirasi ke DPRD

Ardi Kalumata   |   24 September 2012 – 17:33 WITA

Terkait Pengrusakan di Pinawelaan dan Kameya

DPRD Tomohon

Para tonaas saat membawakan aspirasi di dewan.

TOMOHON, (manadotoday.com)—Kekecewaan para pemerhati budaya di Kota Tomohon atas pengrusakan dua lokasi ritual yakni Pinawelaan dan Kameya di Kakaskasen satu Tomohon Utara disalurkan melalui aspirasi ke Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Tomohon.

Di bawah pimpinan Matulandi Supit dan Stevanus Palendeng beserta sejumlah tokoh pemerhati budaya, dan puluhan pengikut, Senin (24/09/2012) mendatangi DPRD Tomohon.Mereka diterima Ketua DPRD Andy R Sengkey didampingi Honfny S Kalalo SH, Drs Paulus Sembel, Melkisedek Tangkawarouw SE, Jeffrie S Montolalu SE dan Drs Johanis Wilar.

Ketua DPRD Tomohon Andy R Sengkey SE saat menerima mereka mengusulkan agar dibuat buku tentang sejarah lokasi-lokasi yang ada di Kota Tomohon supaya bisa diketahui dan tidak mudah dirusak.

Sementara Drs Paulus Sembel menawarkan ke depan ada regulasi (Perda) untuk pengembangan dan pelestarian budaya di Kota Tomohon. ‘’Stakeholers, termasuk elemen-elemen budaya, LSM dan para Tonaas setidaknya bisa memberikan masukan-masukan tertulis kepada instansi terkait agar menjadi bahan pembuatan naskah akademik untuk kepentingan uatu regulasi dfalam bidang budaya,’’ kata Sembel.

Sementara Ketua Komisi C MelkisedekTangkawarouw SE mengatakan, setahu dia, dua lokasi yang ada di Kakaskasen yang dirusak massa belum terdaftar sebagai situs budaya resmi. ‘’Tapi, ke depan kemungkinan aka ada upaya ke arah sana,’’ katanya.

Saat membawakan aspirasi, puluhan orang yang mengaku seagai komunitas budaya Minahasa meminta agar Lurah Kakasksen Satu yang memimpin pengrusakan dicopot. Kapolsek Tomohon Utara dan Da Ramil Tomohon juga diminta agar memberikan klarifikasi kehadiran mereka di lokasi saat kejadian. (ark)

Share Berita Ini ke : Facebook | Twitter | Digg


Komentar yang dikirimkan melalui form di bawah ini menjadi tanggung jawab pengirim| Manado Today berhak untuk memuat , tidak memuat, mengedit, dan/atau menghapus data/informasi yang disampaikan oleh pembaca.

One Response »

  • Kritikan mengatakan:

    Budaya memang harus dilestarikan, tapi apabila tempat/situs tsb tempat mandi Kebal sehingga para Anak2 Sekolahan mandi kebal disitu sehingga mereka terobsesi bahwa mereka jadi kebal …. berbuat onar dan berakibat melawan orang tua dan guru di sekolah … apakah tempat tsb harus dilestarikan ?????? Orang/Suku Minahasa khususnya etnis Tombulu harus cerdas. Budaya harus dilestarikan tapi kita juga harus pikirkan apa yg kita lestarikan demi masa depan anak & cucu kita …. kalau tidak lebih baik situs tsb dimusnahkan saja.

Kirim Komentar

Add your comment below, or trackback from your own site. You can also subscribe to these comments via RSS.

Be nice. Keep it clean. Stay on topic. No spam.

You can use these tags:
<a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

This is a Gravatar-enabled weblog. To get your own globally-recognized-avatar, please register at Gravatar.

Loading