Iklan Layanan Manado
Minahasa

Bitung

Minahasa Selatan

Minahasa Tenggara

Tomohon

Utama » Ekonomi dan Keuangan, Pemerintahan

Kopra dan Cengkih Dongkrak Perekonomian Rakyat Sulut

Staff Manado Today   |   25 April 2011 – 21:53 WITA

Manado Today – Harga kopra dan cengkih yang cukup baik saat ini membantu ekonomi masyarakat Sulawesi Utara (Sulut) sehingga tetap dalam kondisi baik hingga kini.“Kopra saat ini bertahan di atas Rp90 ribu per kilogram (Kg) sedangkan cengkih kisaran Rp74-75 ribu per Kg, dengan harga tersebut membantu masyarakat memenuhi kebutuhan sehari-hari,” kata Kepala Bidang Perdagangan Dalam Negeri, Disperindag Sulut, Janny Rembet di Manado, Senin.
Janny mengatakan, kedua komoditas tersebut berdampak besar pada ekonomi masyarakat karena ratusan ribu kepala keluarga di Sulut merupakan penghasil kopra dan cengkih.
“Sebaran produksi cengkih dan kopra tersebar hampir merata di 15 kabupaten/kota di Sulut, karena itu ketika harga mengalami kenaikan seperti terjadi sekarang, sangat dirasakan manfaatnya oleh masyarakat,” kata Janny.
Kedua komoditas tersebut cenderung naik, karena faktor pendorong yang berbeda, kopra lebih terpengaruh kenaikan minyak kelapa kasar atau crude coconut oil (CCO) di pasar internasional mengalami penguatan.
“CCO menjadi salah satu bahan baku yang sangat dibutuhkan selain kebutuhan minyak goreng, juga sebagian diolah menjadi biodiesel, karenanya berdampak pada harga kopra, yang merupakan bahan baku CCO, semakin mahal di pasaran,” kata Janny.
Sementara cengkih naik karena hukum permintaan dan penawaran yang tidak seimbang, dimana permintaan lebih besar ketimbang penawaran petani,” kata Janny.
Permintaan pabrik rokok setiap tahun berkisar 80 ribu hingga 100 ribu ton, sementara produksi cengkih nasiolan dalam kondisi panen raya sekalipun tidak mencapai separuh dari total kebutuhan, karena itu harga cengkih cenderung naik.
Tidak menutup kemungkinan kedua produk tersebut masih akan terus mengalami kenaikan harga, karena faktor permintaan hingga April 2011 tetap tinggi.
Cengkih dan kopra merupakan dua komoditas andalan masyarakat Sulut saat ini, karena ratusan ribu kepala keluarga di Sulut menyandarkan pendapatan keluarganya pada dua komodias itu. (ann/jwt)

Share Berita Ini ke : Facebook | Twitter | Digg


Komentar yang dikirimkan melalui form di bawah ini menjadi tanggung jawab pengirim| Manado Today berhak untuk memuat , tidak memuat, mengedit, dan/atau menghapus data/informasi yang disampaikan oleh pembaca.

Kirim Komentar

Add your comment below, or trackback from your own site. You can also subscribe to these comments via RSS.

Be nice. Keep it clean. Stay on topic. No spam.

You can use these tags:
<a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

This is a Gravatar-enabled weblog. To get your own globally-recognized-avatar, please register at Gravatar.

Loading