Iklan Layanan Manado
Minahasa

Bitung

Minahasa Selatan

Minahasa Tenggara

Tomohon

Utama » Manado

Korah : Keberadaan Media Sangat Penting Sebagai Fungsi Kontrol

Aldi Mawitjere   |   10 Oktober 2011 – 22:19 WITA
Morris Korah

Morris Korah BSc

Manado Today – Penyataan Komisi A DPRD Kota Manado melalui juru bicara Widjajanto Pantonti yang dinilai telah melecehkan profesi jurnalis, ditanggapi bijak Sekretaris Komisi C Morris Korah BSc. Dikatakan Ketua Demokrat Manado ini keberadaan media sangat penting sebagai kontrol sosial.

“We can’t live without press. Dinamika kehidupan dan fenomena di Manado yang cepat perlu ada kontrol sosial yang adalah fungsi pers. Terlepas baik buruknya pers, masyarakat membutuhkan informasi yang tepat dan jelas demi memajukan kota Manado. Bisa dibilang peranan pers sudah selaras dengan yudikatif, eksekutif, dan legislatif sebagai salah satu pilar pembangunan kota Manado yang lebih modern,” jelas Putra mantan Sekretaris Kementrian Percepatan Pembangunan Daerah Tertinggal, Ir Lucky Korah MSi.

Penyataan Korah tersebut sangatlah berbeda dengan, Komisi A menganggap jika anggaran sosialisasi yang diberikan kepada media terlalu besar dan mengada-ada dalam mensosialisasikan, menginformasikan, baik program pemerintah hingga peran dekot dalam mempertanggungjawabkan kinerjanya kepada masyarakat.

Pemerhati pembangunan Kota Manado Widdy Rorimpandey SP MPd, menilai ungkapan Patonti yang mengatasnamakan komisi A tersebut, seakan lupa kacang akan kulitnya. Pasalnya, mereka (Dewan) dikenal masyarakat itu melalui media cetak maupun elektronik yang ada.

“Mereka (Komisi A_red) mungkin sudah lupa, kalau selama ini bisa dikenal masyarakat termasuk menyampaikan program mereka sendiri lewat media. Makanya, kalau mengikuti rapat paripurna harus di ikuti secara seksama jangan hanya tidur atau main facebook,” sindir Rorimpandey.

Sejumlah wartawan, menganggap jika pernyataan dari Komisi A adalah bentuk pelecehan kepada pers secara utuh. Sebab secara jelas, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono telah mengatakan jika pers masuk dalam 4 pilar pembangunan di Indonesia.

“Pandangan primitif ini membuktikan rendahnya tingkat intelektual para legislator di Komisi A Dekot Manado. Media sebagai pilar ke 4 demokrasi sudah merupakan bagian dari teori politik pemerintah. Lucu kalau ada legislator yang menganggap media massa tidak penting. Mereka (Komisi A, red) tidak cerdas,” koar sebagian besar wartawan yang meliput di Pemkot dan Dekot, yakni Septy (TV5), Hesky (Reportase), Rosita (Posko), Dance (Metro), Yandry (Komentar), Halim (RAL FM), dan sejumlah wartawan lainnya.(ald)

Share Berita Ini ke : Facebook | Twitter | Digg


Komentar yang dikirimkan melalui form di bawah ini menjadi tanggung jawab pengirim| Manado Today berhak untuk memuat , tidak memuat, mengedit, dan/atau menghapus data/informasi yang disampaikan oleh pembaca.

Kirim Komentar

Add your comment below, or trackback from your own site. You can also subscribe to these comments via RSS.

Be nice. Keep it clean. Stay on topic. No spam.

You can use these tags:
<a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

This is a Gravatar-enabled weblog. To get your own globally-recognized-avatar, please register at Gravatar.

Loading