Iklan Layanan Manado
Minahasa

Bitung

Minahasa Selatan

Minahasa Tenggara

Tomohon

Utama » Bitung

Kota Bitung Antara Prestasi ,Minapolitan, Drainase dan Masalah Status Tanah

Aldy Monareh   |   31 Desember 2011 – 13:44 WITA

Kota CakalangTOREHAN prestasi yang dicapai Kota Bitung selang tahun 2011 boleh dikata Fantastis. Betapa tidak, Kota Bitung dibawah kepemimpinan Hanny Sondakh dan Max Lomban, terus menggeliat sejak keduanya resmi menakhodai Bitung medio Februari 2011 silam, dalam upaya menjadikan Kota Bitung sebagai garda terdepan di Sulawesi Utara.
Sebut saja penghargaan Adipura yang ke-lima kalinya, sebagai Kota sedang terbersih yang kemudian dikawinkan dengan penghargaan Kota Sehat pada November 2011, Penghargaan pelayanan publik terbaik, opini BPK dengan predikat WDP terhadap pengelolan Keuangan 2010 yang diraih tiga kali berturut-turut selang tiga tahun terakhir, penghargaan Komisi Pemberantas Korupsi sebagai Kota dengan pelayanan publik dan pengelolaan Keuangan terbaik Ranking III Nasional, serta sejumlah penghargaan lain adalah bukti komitmen pasangan SoLo Sebagai Walikota dan Wakil Walikota Bitung periode 2011-2016, menjadikan Bitung sebagai Kota Bahari, Demokratis, Adil dan sejahtera.
”Keberhasilan yang dicapai ini tidak lepas dari peran serta masyarakat. Sebab tanpa topangan masyarakat, pemerintahan akan berjalan pincang,” kata Sondakh dalam suatu kesempatan.
Karena prestasi inilah kemudian Kota Bitung menjadi, Kota tujuan untuk tempat ‘belajar’ sejumlah Kabupaten Kota di Indonesia. Bahkan Pemprov Sulut, yang merupakan Ibu dari Kota ini juga datang ke Kota Bitung untuk belajar tentang keberhasilan pelayanan publik di Kota Cakalang.
Berbarengan dengan hal itu, Kota Bitung kemudian ditetapkan sebagai kawasan Minapolitan, dimana  aktifitas masyarakat Kota Bitung, pada umumnya banyak berkaitan dengan wilayah laut.
Konsep Minapolitan tujuannya mendorong percepatan dan pengembangan wilayah perikanan dalam meningkatkan kesejahteraan dan taraf hidup masyarakat terutama masyarakat pesisir pantai.
“Untuk mewujudkan kawasan Minapolitan, kualitas SDM yang memadai adalah faktor penunjang yang sangat penting, agar seluruh aspek dan akses yang ada semuanya berjalan dengan baik, bersinergi dan berdayaguna,” terang Sondakh.
Disisi lain anggota DPRD Kota Bitung, Victor Tatanude, menegaskan agar Minapolitan peruntukannya harus jelas agar nantinya dapat dinikmati oleh masyarakat pesisir pantai dalam upaya meningkatkan taraf hidup, bukan untuk segelintir orang yang tidak mempunyai kepentingan dan hanya mengeruk keuntungan.
“Ditetapkannya Bitung sebagai kawasan Minapolitan, diharapkan benar-benar akan mengangkat derajat dan taraf hidup warga,” tandasnya dalam suatu peerbincangan dengan sejumlah wartawan.
Ditengah euforia keberhasilan yang digapai pemerintah dan masyarakat Kota Bitung, pada 3 Agustus 2011, warga kemudian dikejutkan dengan jatuhnya pesawat helikopter milik Nyaman Air jenis yang disewa PT Nusa Halmahera Mineral (NHM) yang menewaskan delapan penumpang karyawan PT NHM, serta dua awak kapalnya.
Berkat Pemkot Bitung, TNI, Polri dan Tim SAR serta bantuan masyarakat, korban dan reruntuhan pesawat cepat dievakuasi. Atas peran serta dan sumbangsih masyarakat setempat, PT NHM kemudian memberikan bantuan renovasi bangunan di dua Kelurahan yakni Donowudu dan Dua Sudara.
Namun dari sejumlah prestasi yang telah digapai, Kota Bitung juga mempunyai berbagai masalah pelik yang hingga kini masih belum tuntas , diantaranya persoalan drainase serta status tanah.
Menyoal tentang drainase beberapa waktu lalu Kepala Dinas PU Bitung Ir Max Tambuwun, mengungkapkan bahwa masalah drainase yang sering dikeluhkan warga hampir disemua daerah Kota Bitung, bisa saja teratasi dengan catatan Pemkot Bitung harus menganggarkan Rp 30 Milliar untuk perbaikan dan pembangunan darainase tersebut, mengingat pada APBD Pemkot Bitung 2011, tidak ada anggaran untuk perbaikan dan pembangunan drainase.
“Harus ada 30 Milliar baru bisa  selesai masalah drainase di Kota Bitung,” ujarnya.
Sementara untuk status tanah di Kota Bitung, seperti halnya status tanah Lembeh, Erpfhact masih banyak yang hingga kini menunggu kejelasan, meski di awal Desember Aryanti Baramuli dan rekan yang bernaung dibawah, sempat meniupkan asa dimana Gugatan 3549 kepala keluarga kepada 13 pemilik sertifikat tanah Erpfacht eks Hak Guna Usaha (HGU) PT Kinaleosan yang dilakukan sejak tahun 2006 lalu, berbuah hasil manis, dengan dimenangkannya warga Erpfhact oleh Mahkamah Agung (MA) melalui peninjauan kembali (PK) atas tanah eks HGU PT Kineleosan seluas 381.855 meter persegi, di Kecamatan Madidir dan Kecamatan Girian, dan membatalkan hasil putusan MA dalam perkara tanah Erpfhact dengan hasil keputusan , MA nomor : 101 PK/TUN/2010 tertanggal 5 januari 2011 yang ditanda tangani oleh Dr Imam Soebechi SH.MH sebagai hakim ketua dan anggota yang terdiri dari Dr H Supandi SH MHum, Yulius SH.MH dan Rafmiwan Murianeti SH MH, diserahlan langsung oleh Anggota DPD Republik Indonesia utusan Sulawesi Utara (Sulut) Aryanti Baramuli Putri. SH.MH bersama tim kuasa hukum Ikatan Alumni Perhimpunan Mahasiswa Hukum Indonesia (Ikapermahi) Semmy Mananoma SH MH, kepada Pemkot Bitung.
”Ini adalah kado Natal bagi umat Kristen dan Kado Tahun Baru bagi umat Muslim,” kata Aryanti.
Ditahun 2012 mendatang tugas dan tantangan berat telah menunggu, di pundak Kepemimpinan SoLo, masyarakat menitipkan sejumlah harapan agar masalah Drainase, Status Tanah serta sejumlah masalah lain satu persatu akan akan cepat selesai.
Dan akankah seluruh prestasi gemilang yang telah ditorehkan Kepemimpinan SoLo, bisa kembali digapai pada 2012 nanti ? Kita tunggu saja, Semoga. (Aldy Monareh)

Share Berita Ini ke : Facebook | Twitter | Digg


Komentar yang dikirimkan melalui form di bawah ini menjadi tanggung jawab pengirim| Manado Today berhak untuk memuat , tidak memuat, mengedit, dan/atau menghapus data/informasi yang disampaikan oleh pembaca.

Kirim Komentar

Add your comment below, or trackback from your own site. You can also subscribe to these comments via RSS.

Be nice. Keep it clean. Stay on topic. No spam.

You can use these tags:
<a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

This is a Gravatar-enabled weblog. To get your own globally-recognized-avatar, please register at Gravatar.

Loading