Iklan Layanan Manado
Minahasa

Bitung

Minahasa Selatan

Minahasa Tenggara

Tomohon

Utama » Manado Siar

KPA Sosialisasi Penanggulangan HIV/AIDS Pengguna Napza

Redaksi Manado Today   |   20 April 2011 – 14:55 WITA

Manado Today – Komisi Penanggulangan Aids (KPA) Provinsi Sulut dan KPA Kota Manado, berupaya meminimalisir dampak penyebaran penyakit HIV/Aids dengan melakukan sosialisasi kepada pengguna Napza suntik (Narkotika, Alkhohol, Psikotropika dan Zat-zat adiktif lainnya ).

“KPA Manado sudah melakukan kegiatan bersama Pengguna napza suntik, itu bagian dari upaya mencegah agar penyebaran HIV/Aids tidak berkembang luas,” kata Pengelola Program KPA Sulut, Jones Oroh, di Manado, Rabu.
Pertemuan dengan pengguna Napza suntik sebagai bagian dari program “Harm Reduction” (Pengurangan dampak buruk penggunaan Narkoba suntik), yang dimulai dari Kecamatan Tikala pada 19 April 2011.
Sangat istimewa karena telah diketahui ada 35 orang pengguna Napza suntik telah diberikan penyuluhan, mengingat mereka merupakan potensi rentan terkena virus itu.
Bahkan narasumber penyuluhan ada anggota dari Polres Manado yang pernah dilatih oleh KPA Nasional, dalam pelatihan Harm Reduction di Ciloto tahun 2010 lalu.
“Inti topik diskusi seputar permasalahan yang dihadapi oleh pengguna napza suntik di lapangan, yang sebetulnya adalah korban tapi masih sering berurusan dengan aparat kepolisian,” katanya.
Oroh mengatakan bahwa tujuan penting dari kebijakan nasional penanggulangan HIV dan Aids melalui pengurangan dampak buruk penggunaan Napza suntik adalah, mencegah penyebaran virus itu dikalangan pengguna sendiri.
Kemudian mencegah penyebaran HIV dari pengguna suntik itu dan pasangannya ke masyarakat luas, mengintegrasikan pengurangan dampak buruk penggunaan napza suntik ke dalam sistem kesehatan masyarakat dalam layanan pencegahan.
KPA dan pemerintah daerah turut melakukan perawatan, dukungan dan pengobatan HIV dan Aids serta pemulihan ketergantungan napza.
“Makanya KPA dan pemerintah selalu menyediakan Volunter Clinik Test (VCT) bagi mereka yang sudah terkontaminasi virus itu, dibeberapa rumah sakit sehingga bisa membantu kelangsung hidup mereka yang sudah terjangkiti,” jelasnya.

Komisi Penanggulangan Aids (KPA) Provinsi Sulut dan KPA Kota Manado, berupaya meminimalisir dampak penyebaran penyakit HIV/Aids dengan melakukan sosialisasi kepada pengguna Napza suntik (Narkotika, Alkhohol, Psikotropika dan Zat-zat adiktif lainnya ).
“KPA Manado sudah melakukan kegiatan bersama Pengguna napza suntik, itu bagian dari upaya mencegah agar penyebaran HIV/Aids tidak berkembang luas,” kata Pengelola Program KPA Sulut, Jones Oroh, di Manado, Rabu.
Pertemuan dengan pengguna Napza suntik sebagai bagian dari program “Harm Reduction” (Pengurangan dampak buruk penggunaan Narkoba suntik), yang dimulai dari Kecamatan Tikala pada 19 April 2011.
Sangat istimewa karena telah diketahui ada 35 orang pengguna Napza suntik telah diberikan penyuluhan, mengingat mereka merupakan potensi rentan terkena virus itu.
Bahkan narasumber penyuluhan ada anggota dari Polres Manado yang pernah dilatih oleh KPA Nasional, dalam pelatihan Harm Reduction di Ciloto tahun 2010 lalu.
“Inti topik diskusi seputar permasalahan yang dihadapi oleh pengguna napza suntik di lapangan, yang sebetulnya adalah korban tapi masih sering berurusan dengan aparat kepolisian,” katanya.
Oroh mengatakan bahwa tujuan penting dari kebijakan nasional penanggulangan HIV dan Aids melalui pengurangan dampak buruk penggunaan Napza suntik adalah, mencegah penyebaran virus itu dikalangan pengguna sendiri.
Kemudian mencegah penyebaran HIV dari pengguna suntik itu dan pasangannya ke masyarakat luas, mengintegrasikan pengurangan dampak buruk penggunaan napza suntik ke dalam sistem kesehatan masyarakat dalam layanan pencegahan.
KPA dan pemerintah daerah turut melakukan perawatan, dukungan dan pengobatan HIV dan Aids serta pemulihan ketergantungan napza.
“Makanya KPA dan pemerintah selalu menyediakan Volunter Clinik Test (VCT) bagi mereka yang sudah terkontaminasi virus itu, dibeberapa rumah sakit sehingga bisa membantu kelangsung hidup mereka yang sudah terjangkiti,” jelasnya. (ann/jwt)

Share Berita Ini ke : Facebook | Twitter | Digg


Komentar yang dikirimkan melalui form di bawah ini menjadi tanggung jawab pengirim| Manado Today berhak untuk memuat , tidak memuat, mengedit, dan/atau menghapus data/informasi yang disampaikan oleh pembaca.

Kirim Komentar

Add your comment below, or trackback from your own site. You can also subscribe to these comments via RSS.

Be nice. Keep it clean. Stay on topic. No spam.

You can use these tags:
<a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

This is a Gravatar-enabled weblog. To get your own globally-recognized-avatar, please register at Gravatar.

Loading