Iklan Layanan Manado
Minahasa

Bitung

Minahasa Selatan

Minahasa Tenggara

Tomohon

Utama » Berita Pilihan, DPRD Sulut, Headline

KPET dan JATAM Sulut Tolak Pertambangan

Redaksi Manado Today   |   26 Mei 2011 – 14:12 WITA
tolak pertambangan

Demo tolak pertambangan di DPRD Sulut

Manado Today – Masyarakat lingkar tambang yang berasal dari Kepulauan Sangihe, Buyat kabupaten Bolaang Mongondow Timur (Boltim), Minahasa Tenggara (Mitra), Tokin Minahasa Selatan (Minsel)dan Likupang Timur Minahasa Utara (Minut) yang menamakan diri Koalisi Penyelamatan Ekologi Terakhir (KPET) dan Jaringan Advokasi Tambang (JATAM), Kamis (26/05/2011) mendatangi kantor DPRD Sulut, mengajukan tuntutan penghentian kegiatan pertambangan akibat dikhawatirkan mengacam lingkungan hidup, terutama masyarakat yang hidup disekitar wilayah pertambangan.

Menurut salah satu jurubicara aksi ini, Jull Takaliuang salah satu aktivis lingkungan, saat memberikan paparan, seluruh usaha pertambangan emas, baik yang telah beroperasi maupun yang akan beroperasi, mengancam kehidupan manusia, terutama masyarakat lingkar tambang.

“Kami memiliki data pelanggaran yang dilakukan perusahaan pertambangan yang beroperasi di Sulut, sehingga kami tidak mendukung usaha pertambangan emas, sebab tanpa tambang rakyat sudah sejahtera dengan perikanan, pertanian dan perkebunan, dan saat ini kami mendeklarasian Hari Anti Tambang Nasional,” kata Takaliuang.

Aktivitas pertambangan yang mendapat sorotan yakni : MSM/TTN, SEJ di Minsel, EAMC di Sangihe, PT. Avoced.

Selanjutnya menurut Agustinus Mananohas warga Salurang Tabukan Selatan Tengah Kabupaten Sangihe, dirinya mempertanyakan aturan yang mengatur pulau yang dapat dijadikan wilayah adalah 40 ribu hektar, sedangkan luas Sangihe hanya 92 hektar.

“Apakah aturan sudah direvisi sehingga Sangihe yang hanya 92 hektar, dapat dijadikan pertambangan, dan jika hal ini tetap dilaksanakan maka sangat mengganggu tatanan adat istiadat masyarakat, akibat perubahan lingkungan hidup. Dan perlu diingat 92 Hektar sebagian sudah berpenduduk, mau dikemanakan rakyat yang ada,” tegas Mananohas. Anggota Komisi I Lexie BM Solang, secara solo menerima sekitar 100 pendemo ini. (jwt)

Share Berita Ini ke : Facebook | Twitter | Digg


Komentar yang dikirimkan melalui form di bawah ini menjadi tanggung jawab pengirim| Manado Today berhak untuk memuat , tidak memuat, mengedit, dan/atau menghapus data/informasi yang disampaikan oleh pembaca.

Kirim Komentar

Add your comment below, or trackback from your own site. You can also subscribe to these comments via RSS.

Be nice. Keep it clean. Stay on topic. No spam.

You can use these tags:
<a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

This is a Gravatar-enabled weblog. To get your own globally-recognized-avatar, please register at Gravatar.

Loading