Iklan Layanan Manado
Minahasa

Bitung

Minahasa Selatan

Minahasa Tenggara

Tomohon

Utama » Dari Redaksi

KPK “Kukuhkan” Sulut Sarang Korupsi?

Staff Manado Today   |   23 Juli 2011 – 14:18 WITA

Oleh: Adri Mamangkey

adri mamangkey manado todayMENJADI contoh merupakan suatu kebanggaan. Seorang yang mempunyai prestasi atau menonjol dalam suatu bidang tertentu, selalu menjadi contoh bagi orang yang ingin meraih sukses yang sama. Kalau pun bisa, sukses yang kita capai melebihi orang yang kita contohi. Di sisi lain, orang yang menjadi contoh tidak akan tinggal diam. Sebagai seorang yang dicontohi akan terus berupaya dan berjuang meningkatkan prestasi agar prestasinya tidak dilampaui orang yang belajar kepadanya atau yang mencontohnya.

Yang pasti menjadi contoh sesuatu yang bermakna positif. Tapi, tidak semua yang dijadikan contoh itu adalah hal-hal yang positif. Seperti halnya, seorang yang terlibat kejahatan atau perbuatan tercela sering juga dijadikan contoh agar kita tidak melakukan hal yang sama. Contoh disini bermaksud agar kita tidak melakukan perbuatan yang sama, Tentu saja perbuatan yang tidak baik. Melainkan menjadi manusia yang berprilaku baik, tidak merugikan orang lain, apalagi merampas hak orang. Bahasa alkitabiah, menebar kasih dan menjadi berkat bagi banyak orang.

Sulawesi Utara akan dijadikan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) sebagai daerah percontohan untuk pemberantasan korupsi di Indonesia. Penegasan ini kembali diungkapkan Ketua KPK Busro Muqodas, disela-sela rakornas Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) dan Seminar Nasional,Jumat (22/7/2011). Dalam acara yang juga dihadiri Gubernur Sulut DR SH Sarundajang, Busro Muqodas memaparkan alasan mengapa Sulut yang dijadikan contoh. Antara lain, Sulut berhasil meraih predikat Opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) dari Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) atas pengelolaan keuangan daerah pada tahun 2010 lalu.

Bangga? Ya…! Itulah yang tercermin dalam benak sejumlah pejabat di daerah ini. Tak kalah bangganya, tentu saja SHS yang mengusung slogan ‘’Membangun Tanpa Korupsi’’ dalam menakodai bahtera yang namanya Sulawesi Utara untuk lima tahun ke depan. Sejumlah kalangan, bahkan ada yang memberikan apresiasi positif terhadap daerah ‘’Percontohan’’ ala KPK di Sulut.

Jumat (22/7) sekitar pukul 15.00 Wita, saya membuka website Portal Berita www.manadotoday.com untuk melihat berita terkini yang terjadi di Sulawesi Utara. Salah satu berita terbaru adalah soal penyataan Ketua KPK yang akan menjadikan Sulut sebagai daerah percontohan pemberantasan korupsi. Ketika membaca kata percontohan, saya sebagai warga Sulut tentu bangga. ‘’Oh.. Sulut hebat dapat prestasi lagi,’’ kata hati saya bangga.

Namun, setelah membaca terus berita tersebut, kening saya berkenyit sambil mengurut dada. Saya lantas bertanya dalam hati, apakah predikat percontohan ini suatu kebanggaan? Atau patut dibanggakan? Apakah alasan Ketua KPK akan menjadikan Sulut sebagai percontohan pemberantasan korupsi karena WTP (contoh positif)? Atau ada alasan lain yang secara tersirat ‘mengukuhkan’ Sulut sebagai sarang korupsi (contoh negatif)? Kalau yang lebih dominan adalah alasan yang tersirat itu, maka buanglah jauh-jauh rasa bangga kita dengan adanya ‘percontohan’ ala KPK. Bila dengan sadar kebanggaan itu kita buang, maka yang tersisa adalah malu…malu… malu. Kita pantas malu karena Sulut yang kita banggakan secara tidak langsung mendapat pengakuan panglima tertinggi pemberantasan korupsi di negera tercinta ini, sebagai daerah sarang korupsi. Wuuiiiiihhhh….

SAYA pribadi lebih cenderung melihat makna tersirat itu yang menjadi alasan KPK menjadikan Sulut percontohan pemberantasan korupsi. Ada beberapa alasan yang menguatkan penilaian saya. Pertama: Secara logika, kalau tidak ada korupsi tidak ada pemberantasan korupsi. Kedua: Kalau korupsinya tidak akut, mengapa daerah ini harus menjadi contoh ‘’pembumihagusan’ korupsi. Ketiga: Sudah ada beberapa pejabat di daerah ini dijebloskan KPK di jeruhi besi. Ketiga: Banyak kasus korupsi yang kini masih mengendap di Polda Sulut dan Kejati Sulut. Kasus-kasus yang sempat mewarnai media massa beberapa tahun lalu, kini seolah lenyap tanpa bekas. Seperti halnya, Persibom Gate, Persmin Gate, Lahan Kantor Bupati Mitra, dan sejumlah kasus lainnya yang diduga kuat melibatkan kepada daerah dan mantan kepala daerah.. Yang baru tuntas kasus yang melibatkan mantan bupati Talaud. Itu pun masih 1 kasus. Dan kini yang mulai bergulir dugaan kasus korupsi di Minsel.

Kemungkinan lain, apa mungkin ya..? KPK juga melihat kinerja penegak hukum di Sulut lemah dalam memberantas korupsi sehingga menetapkan Sulut daerah percontohan untuk pemberantasan korupsi. Dengan demikian, kasus besar yang masih mengendap di Polda dan Kejati, bakal ditarik oleh KPK.

Entahlah! Kita tidak bisa menduga-duga. Yang pasti alasan KPK menetapkan Sulut daerah percontohan pemberantasan korupsi, apakah Sulut berhasil meraih WTP (alasan bermakna positif) atau karena Sulut dinilai sarang korupsi (alasan bermakna negatif). yang pasti tujuannya positif. Sulut harus bersih dari korupsi. Sebab korupsi sebagaimana yang dikemukakan Gubernur Sulut DR SH Sarundajang adalah KEJAHATAN. Karena itu, pelakunya harus mendapat hukuman yang setimpal tanpa pandang bulu.(***)

Share Berita Ini ke : Facebook | Twitter | Digg


Komentar yang dikirimkan melalui form di bawah ini menjadi tanggung jawab pengirim| Manado Today berhak untuk memuat , tidak memuat, mengedit, dan/atau menghapus data/informasi yang disampaikan oleh pembaca.

Kirim Komentar

Add your comment below, or trackback from your own site. You can also subscribe to these comments via RSS.

Be nice. Keep it clean. Stay on topic. No spam.

You can use these tags:
<a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

This is a Gravatar-enabled weblog. To get your own globally-recognized-avatar, please register at Gravatar.

Loading