Iklan Layanan Manado
Minahasa

Bitung

Minahasa Selatan

Minahasa Tenggara

Tomohon

Utama » Headline, Manado

KPU Manado Akui Undangan Masih Sementara Disalurkan

Redaksi Manado Today   |   31 Juli 2010 – 19:28 WITA

Manado Today – Masih banyaknya pemilih yang belum mendapatkan undangan untuk datang ke tempat pemungutan suara mendapatkan reaksi keras di kalangan masyarakat.

Ketua KPU Manado, Conny Palar yang dikonfirmasi portal berita manadotoday, Sabtu (31/07/2010) tepat pukul 19.30 Wita mengakui bahwa laporan tersebut akan ditindaklanjuti.  “ Saat ini, undangan bagi pemilih masih sementara disalurkan. Namun kami harapkan bila ada masyarakat wajib pilih belum mendapatkan undangan, untuk bisa proaktif mendatangi PPS setempat, “ ujar Palar.
Lebih jauh, Palar menambahkan pihaknya akan melakukan koordinasi dengan pihak PPK dan PPS untuk mengumumkannya lewat pengeras suara. Karenanya, diharapkan sehari sebelum hari H semua wajib pilih dan berhak untuk memilih dapat mengunakannya serta mengikuti pesta demokrasi ini. “ Kita juga akan menginstruksikan kepada PPK dan PPS untuk menghimbau warga agar lebih pro aktif termasuk undangan tersebut, “ pintahnya.(aldi)

Share Berita Ini ke : Facebook | Twitter | Digg


Komentar yang dikirimkan melalui form di bawah ini menjadi tanggung jawab pengirim| Manado Today berhak untuk memuat , tidak memuat, mengedit, dan/atau menghapus data/informasi yang disampaikan oleh pembaca.

One Response »

  • rizky mengatakan:

    1. Mana warga tahu PPS nya siapa, dan dimana sekretariatnya, jangankan kami pendatang, warga asli Tuminting pun tidak tahu siapa PPS-nya. Mereka sama sekali tidak pernah sosialisasi atau menemui masyarakat satu kalipun selama proses pilkada.

    2. Saya tadi berkunjung ke Jl. Santo Yosep, Kota Manado memang disana ada ada pengumuman dan penyebutan nama-nama lewat speaker, Namun kalau sekitar tumunting ini boro-boro ada, hingga hari ini warga tidak tahu dimana TPS nya, siapa KPPS-nya, padahal banyak Mesjid yang bisa di pinjam speakernya. Baik buruknya tingkat partisipasi masyarakat tergantung pro-aktif atau tidaknya dari penyelenggara Pemilukada, yang diancam pidana kan bukan Warga tapi penyelenggara Pemilu.

Kirim Komentar

Add your comment below, or trackback from your own site. You can also subscribe to these comments via RSS.

Be nice. Keep it clean. Stay on topic. No spam.

You can use these tags:
<a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

This is a Gravatar-enabled weblog. To get your own globally-recognized-avatar, please register at Gravatar.

Loading