Iklan Layanan Manado
Minahasa

Bitung

Minahasa Selatan

Minahasa Tenggara

Tomohon

Utama » Manado

Lahan 16 Persen Diserahkan ke Pemkot Manado

Redaksi Manado Today   |   13 April 2011 – 08:14 WITA

Manado Today – Sejumlah pengembang reklamasi pantai Teluk Manado, telah melaksanakan kewajiban dengan memberikan lahan 16 persen kepada Pemerintah Kota Manado. Kepala Kejaksaan Negeri Manado, Abdul Muni SH, di Manado Selasa mengatakan, sebagai jaksa pengacara negara (JPN) telah diberikan kuasa khusus oleh Pemkot Manado untuk menyelesaikan lahan 16 persen dari pengembang.

Terkait dengan itu, tim JPN telah bekerja dan turun secara terus menerus dilapangan, dan akhirnya masalah lahan tersebut dapat terselesaikan.
“Sejumlah pengembang telah melaksanakan kewajibannya untuk menyerahkan luas areal 16 peren lahan reklamasi pantai kepada Pemkot,” katanya.
Masalah lahan 16 persen yang telah terselesaikan itu antara lain, dari PT Bahu Persada, PT Mega Surya Nusa Lestari, PT Multi Cipta Perkasa Persada Nusantara serta PT Gerbang Nusa Perkasa.
Masih tedapat dua pengembang lagi belum dapat menyerahkan lahan 16 persen tersebut antara lain dari PT Sulenco dan PT Papetra Perkasa Utama.
Dari Sulenco belum terselesaikan karena ada kendala Direktur dari perusahaan itu tidak berada di tempat, serta masih adanya persoalan hukum perdata.
Tetapi dari JPN telah mengambil langkah dengan antara lain memblokir sebagian lahan atau 16 peresn lahan yang menjadi kewajiban pihak pengembang Sulenco kepada Pemkot Manado.
“Sementara lahan 16 persen dari pengembang pihak Papetra masih dalam proses,” katanya.
Menurut Abdul Muni, pada prinsipnya para pengembang tidak kebaretan untuk menyerahkan lahan 16 persen kepada Pemkot Manado karena sesuai dengan kesepakatan kerja sama dilakukan.
Tetapi ada beberapa kendala ditemui atau belum ada titik temu antara kedua belah pihak seperti mengenai luas areal tersebut.
Contohnya, dari PT Bahu Persada, didalam perjanjian kerjasama lahan reklamasi itu terdapat sekitar 75.000 M2, dan yang harus diserahkan lahan 16 persen sekitar 12.000 M2.
Tetapi menurut ukuran Pemerintah Kota lahannya 103.000 M2, sehingga lahan 16 persen tersebut harus ditambah.
Namun oleh pengembang tidak mau melaksanakan, karena antara lain ada lahan dibebaskan dari masyarakat yang bukan reklamasi dimasukkan.
“Dalam penanganannya telah dikembalikan pada prinsip awal sesuai aturan,” katanya.

Sejumlah pengembang reklamasi pantai Teluk Manado, telah melaksanakan kewajiban dengan memberikan lahan 16 persen kepada Pemerintah Kota Manado.
Kepala Kejaksaan Negeri Manado, Abdul Muni SH, di Manado Selasa mengatakan, sebagai jaksa pengacara negara (JPN) telah diberikan kuasa khusus oleh Pemkot Manado untuk menyelesaikan lahan 16 persen dari pengembang.
Terkait dengan itu, tim JPN telah bekerja dan turun secara terus menerus dilapangan, dan akhirnya masalah lahan tersebut dapat terselesaikan.
“Sejumlah pengembang telah melaksanakan kewajibannya untuk menyerahkan luas areal 16 peren lahan reklamasi pantai kepada Pemkot,” katanya.
Masalah lahan 16 persen yang telah terselesaikan itu antara lain, dari PT Bahu Persada, PT Mega Surya Nusa Lestari, PT Multi Cipta Perkasa Persada Nusantara serta PT Gerbang Nusa Perkasa.
Masih tedapat dua pengembang lagi belum dapat menyerahkan lahan 16 persen tersebut antara lain dari PT Sulenco dan PT Papetra Perkasa Utama.
Dari Sulenco belum terselesaikan karena ada kendala Direktur dari perusahaan itu tidak berada di tempat, serta masih adanya persoalan hukum perdata.
Tetapi dari JPN telah mengambil langkah dengan antara lain memblokir sebagian lahan atau 16 peresn lahan yang menjadi kewajiban pihak pengembang Sulenco kepada Pemkot Manado.
“Sementara lahan 16 persen dari pengembang pihak Papetra masih dalam proses,” katanya.
Menurut Abdul Muni, pada prinsipnya para pengembang tidak kebaretan untuk menyerahkan lahan 16 persen kepada Pemkot Manado karena sesuai dengan kesepakatan kerja sama dilakukan.
Tetapi ada beberapa kendala ditemui atau belum ada titik temu antara kedua belah pihak seperti mengenai luas areal tersebut.
Contohnya, dari PT Bahu Persada, didalam perjanjian kerjasama lahan reklamasi itu terdapat sekitar 75.000 M2, dan yang harus diserahkan lahan 16 persen sekitar 12.000 M2.
Tetapi menurut ukuran Pemerintah Kota lahannya 103.000 M2, sehingga lahan 16 persen tersebut harus ditambah.
Namun oleh pengembang tidak mau melaksanakan, karena antara lain ada lahan dibebaskan dari masyarakat yang bukan reklamasi dimasukkan.
“Dalam penanganannya telah dikembalikan pada prinsip awal sesuai aturan,” katanya. (ann/jwt)

Share Berita Ini ke : Facebook | Twitter | Digg


Komentar yang dikirimkan melalui form di bawah ini menjadi tanggung jawab pengirim| Manado Today berhak untuk memuat , tidak memuat, mengedit, dan/atau menghapus data/informasi yang disampaikan oleh pembaca.

Kirim Komentar

Add your comment below, or trackback from your own site. You can also subscribe to these comments via RSS.

Be nice. Keep it clean. Stay on topic. No spam.

You can use these tags:
<a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

This is a Gravatar-enabled weblog. To get your own globally-recognized-avatar, please register at Gravatar.

Loading