Iklan Layanan Manado
Minahasa

Bitung

Minahasa Selatan

Minahasa Tenggara

Tomohon

Utama » Berita Pilihan, Headline, Manado

Liando Tanggapi Penetapan CNR Sebagai Calon Bupati Minahasa dari PG

Aldi Mawitjere   |   12 Februari 2012 – 12:22 WITA
Runtu

Careig Naichel Runtu SIP

Manado, (manadotoday.com) – Penetapan Careig Naichel Runtu SIP sebagai calon Bupati Minahasa dari Partai Golkar (PG), kelihatannya tidak ada alternatif lain. Demikian diungkapkan pengamat Politik dan Pemerintahan Sulut DR Ferry Liando SIP MSi, kepada manadotoday.
Tak ada kader lain yang lebih baik darinya sehingga CNR ditetapkan. Hanya saja, harus diakui CNR bukan berarti tanpa kelemahan.
“Alasan dipilihnya CNR lebih pada tak ada yang dicalonkan, maka calonkan saja siapa yang bisa. Kedua, power Drs Vreeke Runtu sebagai Ketua DPD I Partai Golkar membuat CNR begitu leluasa dan mudah mendapat tiket PG tersebut,”ujar Liando.
Dilain pihak Liando mengingatkan bahwa sesuatu yang didapat dengan mudah, biasanya menemui kesulitan di kemudian hari.
“Partai Golkar sebetulnya jangan terlalu terbiasa mendewakan hasil survei. Karena survei sering tidak valid,”katanya.
Lanjut dikatakannya, Bisa saja sampel yang diambil tidak tersebar dan menyeluruh hanya berpatokan pada sekelompok orang yang kebetulan sebagai pendukung.
“Waktu survei belumlah tepat, sebab CNR belum punya pasangan. Bisa saja hasil survei turun jauh, karena ketidak senangan publik atas pasangan yang di pilih,”tandasnya.
Namun harus diakui CNR tetap berpeluang. Paling tidak ada tiga kekuatan yang ia miliki. Pertama, Network politiknya bagus. Ia punya Partai Golkar sebagai mesin politik sampai ke desa dan kekuatan birokrat yang tak kalah kuatnya dengan jaringan partai. Kedua, Kuat dari aspek finansial. Lamahnya, keluarga ini berkuasa, secara otomatis sangat mempengaruhi kekuatan finansial. Dan ketiga Popularitas. Kebesaran dan popularitas SVR pasti akan turun ke CNR. Mengenal ayahnya, pasti mengenal anaknya.
“Meski dengan kekuatan ini, bukan berati CNR tanpa tantangan. Paling tidak kekalahan PG di Bolmong dan Sangihe harus dijadikan pelajaran. Salah satu penyebab adalah kejenuhan,”pungkas Liando.(ald)

Share Berita Ini ke : Facebook | Twitter | Digg


Komentar yang dikirimkan melalui form di bawah ini menjadi tanggung jawab pengirim| Manado Today berhak untuk memuat , tidak memuat, mengedit, dan/atau menghapus data/informasi yang disampaikan oleh pembaca.

Kirim Komentar

Add your comment below, or trackback from your own site. You can also subscribe to these comments via RSS.

Be nice. Keep it clean. Stay on topic. No spam.

You can use these tags:
<a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

This is a Gravatar-enabled weblog. To get your own globally-recognized-avatar, please register at Gravatar.

Loading