Iklan Layanan Manado
Minahasa

Bitung

Minahasa Selatan

Minahasa Tenggara

Tomohon

Utama » Ekonomi dan Keuangan, Headline

Lintas SKPD Pemprov Sulut Prioritaskan Program Swa Sembada Beras

Redaksi Manado Today   |   13 Juni 2011 – 07:51 WITA

Swa Sembada Beras

Swa Sembada Beras (int)

Manadotoday.com – Obsesi Pemerintah Sulawesi Utara (Sulut) untuk mencapai daerah swasembada beras rupanya tidak main-main. Hal ini bisa dilihat di sejumlah lintas SKPD di jajaran pemerintahan provinsi Sulut yang saat ini memprioritaskan program swasembada beras.

“Sejumlah instansi yang terkait dengan pertanian, terus melakukan koordinasi agar program ini bisa terlaksana dengan baik,” kata Kepala Dinas Pertanian dan Peternakan Provinsi Sulut, Johanis Panelewen.

Beberapa instansi itu di antaranya Dinas Pertanian dan Peternakan, Dinas Perkebunan, Badan Ketahanan Pangan serta Badan Koordinasi Penyuluh Pertanian, Kehutanan, Kelautan dan Perikanan.

Apalagi program prioritas swasembada beras pada tahun 2012 itu, sudah dimasukkan pada Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrembang) Pertanian tingkat nasional, katanya.

Menurut dia, Sulut telah mengajukan skenario swasembada beras tahun 2012, agar mendapat dukungan dari pemerintah pusat melalui Kementerian Pertanian untuk memberikan bantuan sarana dan prasarana.

Bantuan yang dibutuhkan seperti benih, pupuk, alat mesin pertanian pra panen dan pascapanen, juga pestisida dan “rice miling unit”.

Sementara itu, Kepala Badan Ketahanan Pangan Frits Kaunang, memaparkan bahwa sudah menjadi tekad Pemprov Sulut untuk mencapai swasembada beras pada 2012, hal itu merupakan bagian dari program swasembada pangan berkelanjutan yang sudah tercapai sebelumnya. “Program swasembada beras sudah tidak bisa ditunda-tunda lagi, karena memang banyak potensi yang benar-benar dioptimalkan dengan baik,” katanya.

Sementara itu, Wakil ketua DPRD Sulut Sus Sualang Pangemanan mengatakan, pencapaian traget swasembada beras sah-sah saja dan bisa memberikan dampak positif bagi ketahanan pangan di daerah.

Hanya saja, politisi dari PDIP itu menilai, sebelum mencanangkan program itu harus memperhatikan kesiapan infrastruktur seperti akses transportasi ke sentra-sentra atau lumbung pertanian, pembangunan bendungan atau irigasi dipercepat.

Kemudian, mesti menerjunkan tim penyuluh pertanian di setiap desa-desa, karena selama ini keluhan soal minimnya tenaga penyuluh dan mengakibatkan warga kurang optimalnya mendapatkan panen gabah secara baik.

“Masalah paling penting dihadapi ketika perubahan iklim selalu saja terjadi, langkah antisipasi seperti apa disiapkan pemerintah daerah ketika fenomena alam itu terjadi,” katanya. (ant/her)

Share Berita Ini ke : Facebook | Twitter | Digg


Komentar yang dikirimkan melalui form di bawah ini menjadi tanggung jawab pengirim| Manado Today berhak untuk memuat , tidak memuat, mengedit, dan/atau menghapus data/informasi yang disampaikan oleh pembaca.

Kirim Komentar

Add your comment below, or trackback from your own site. You can also subscribe to these comments via RSS.

Be nice. Keep it clean. Stay on topic. No spam.

You can use these tags:
<a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

This is a Gravatar-enabled weblog. To get your own globally-recognized-avatar, please register at Gravatar.

Loading