Iklan Layanan Manado
Minahasa

Bitung

Minahasa Selatan

Minahasa Tenggara

Tomohon

Utama » Tomohon

Lokasi Ritual Kameya dan Pinawelaan Telah Resahkan Masyarakat

Aldi Mawitjere   |   28 September 2012 – 22:11 WITA
Tomohon utara

Dengar Pendapat soal Penbongkaran Kameya dan Pinawelaan

TOMOHON, (manadotoday.com)—Pembongkaran lokasi ritual Kameya dan Pinawelaan di Kelurahan Kakaskasen Satu Tomohon Utara dilakukan karena sudah meresahkan masyarakat. Salah satunya adalah pengrusakan perlengkapan ibadah di dekat Kameya yang dilakukan seelompok orang yang sering melakukan ritual di Kameya.Keresahan lainnya, diakibatkan sudah banyak siswa yang mengikuti ritual-ritual tersebut yang cenderung merusak mental mereka.
Demikian pengakuan pihak pemerintah Kecamatan Tomohon Utara yang terdiri dari Camat FH Lantang SSTP, Lurah Kakaskasen Satu Emma Polii SPd, Kapolsek Tomohon Utara AKP Roy Tangkuman, perwakilan Koramil serta tokoh masyarakat Kakaskasen Satu saat dengar pendapat dengan DPRD Tomohon Jumat (28/09/2012).

‘’Pembongkaran tersebut adalah keinginan masyarakat. Kami pemerintah hanya memfasilitasi. Bangunan-bangunan yang dibongkar tak memiliki izin dan tidak pernah diketahui oleh pemerintah setempat,’’ ungkap Camat Tomohon Utara diamini Lurah Kakaskasen Satu.

Sementara Kapolsek TRomohon Utara AKP Roy Tangkuman mengungkapkan, keberadaan mereka di lokasi sata pembongkaran untuk melakukan pengamanan agar tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan.

‘’Ini memang sudah smeresahkan karena sudah banyak siswa SMP yang ikut dalam ritual dan sering berbuat yang tidak benar,’’ katanya.

Menanggapi penjelasan-penjelasan pihak pemerintah dan aparat keamanan, para anggota DPRD Tomohon yang terdiri dari Ketua Komisi A Drs Paulus Sembel, Ketua Komisi C Melkisedek Tangkawarouw SE dan personil lainnya seperti Jeffrie S Montolalu SE, Dra Carolina Sondakh, Chery Mantiri SE dan Ferdinand Mono Turang SSos mengatakan pihaknya akan mencari solusi terbaik dalam masalah tersebut.

‘’Kami hanya sebatas mendengarkan aspirasi, penjelasan dan keterangan. Nantinya penjelasan kedua pihak akan kami pelajari dan dibuat rekomendasi ke pihak eksekutif. Yang pasti, semuanya demi keamanan dan ketertiban di Kota Tomohon. Kami tidak dalam posisi mengambil keputusan,’’ kata Sembel diamini anggota DPRD lainnya.

Sebelumnya, beberapa watu lalu, sejumlah pemerhati dan tokoh adat mendatangi DPRD Tomohon menyampaikan aspirasi. (ark)

Share Berita Ini ke : Facebook | Twitter | Digg


Komentar yang dikirimkan melalui form di bawah ini menjadi tanggung jawab pengirim| Manado Today berhak untuk memuat , tidak memuat, mengedit, dan/atau menghapus data/informasi yang disampaikan oleh pembaca.

Kirim Komentar

Add your comment below, or trackback from your own site. You can also subscribe to these comments via RSS.

Be nice. Keep it clean. Stay on topic. No spam.

You can use these tags:
<a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

This is a Gravatar-enabled weblog. To get your own globally-recognized-avatar, please register at Gravatar.

Loading