Iklan Layanan Manado
Minahasa

Bitung

Minahasa Selatan

Minahasa Tenggara

Tomohon

Utama » Berita Pilihan, Headline, Manado

Lombok : Batasi Peredaran dan Produksi Miras

Staff Manado Today   |   14 Juni 2011 – 08:13 WITA
Peredaran miras manado, Produksi Miras manado, miras di manado, masalah miras manado, Ketua Pemuda GMIM, Billy Lombok, angka kriminalitas di Sulut, angka kriminalitas di manado, perda miras manado

Billy Lombok SH

Manado Today – Tingginya tingkat kejahatan dan kecelakaan lalu lintas di Manado, salah satu penyebab utama dipengaruhi mengkonsumsi Minuman Keras (Miras). Karenanya, perhatian dari sejumlah kalangan masyarakat dan pemerintah untuk segera membatasi akan peredaran dari minuman keras, mulai santer terdengar.

Menurut Ketua Pemuda Sinode GMIM Pnt Billy Lombok SH kepada manadotoday, Selasa (14/06/2011) tingginya angka kriminalitas di Sulut atau Manado khususnya lebih pada pengaruh mengkomsumsi miras. Tak pelak, Pemerintah diminta turun tangan melakukan pengawasan terhadap peredaran miras.

“Bukan hanya peredaran miras yang dilakukan pengawasan. Jumlah produksi pabrik miras harus diantisipasi Pemerintah. Begitupun dengan aparat kapolisian harus lebih intens lakukan penertiban,” tegasnya.

Sementara itu personil Komisi A DPRD Manado, Wdjajanto Patonti SPd menyatakan perlu adanya perda miras untuk meminimalisir tingginya angka kriminalitas di Kota ini.

“Manado ada baiknya memiliki Perda Miras sendiri. Agar pengaturan baik itu produksi dan penyaluran penjualannya dapat terawasi. Bisa saja, jika tidak diatur peredaran dan penjualan disembarangan tempat akan makin menjamur, yang akhirnya meresahkan masyarakat,” ujar personil Komisi A Widjajanto Patonti.

Lanjut dikatakannya, tidak hanya dari segi pengawasan saja dengan adanya perda itu, maka sektor penambahan Pendapatan Asli Daerah (PAD) dapat lebih terkontrol. “Selain ini dapat meminimalisir penjualan disembarangan tempat, pemasukan sektor PAD juga jadi poin utamanya,” katanya.

Patonti pun berpendapat, pemberlakukan perda itu nantinya harus benar-benar diimplementasikan secara benar dan nyata dilapangan. “Penerapannya pun nantinya harus betul-betul tidak setengah-setengah. Ini bukan untuk pemerintah tapi untuk kepentingan masyarakat agar baik penjualan dan siapa yang membeli itu dapat terkontrol dengan baik,” tuturnya.(ald)

Share Berita Ini ke : Facebook | Twitter | Digg


Komentar yang dikirimkan melalui form di bawah ini menjadi tanggung jawab pengirim| Manado Today berhak untuk memuat , tidak memuat, mengedit, dan/atau menghapus data/informasi yang disampaikan oleh pembaca.

Kirim Komentar

Add your comment below, or trackback from your own site. You can also subscribe to these comments via RSS.

Be nice. Keep it clean. Stay on topic. No spam.

You can use these tags:
<a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

This is a Gravatar-enabled weblog. To get your own globally-recognized-avatar, please register at Gravatar.

Loading