Iklan Layanan Manado
Minahasa

Bitung

Minahasa Selatan

Minahasa Tenggara

Tomohon

Utama » Opini Today

Makna dan Nilai Filosofi “Torang Samua Basudara” : Bagian II

Staff Manado Today   |   29 Juni 2012 – 20:13 WITA

Oleh : Soleman Montori
Torang Samua Basudara Adalah Kearifan Lokal

montoriTorang Samua Basudara adalah kearifan lokal masyarakat Sulawesi Utara. Ciri yang paling menonjol di dalamnya adalah keterbukaan. Hal ini dapat dilihat dari sikap saling menghargai, tolong-menolong atau saling bantu-membantu. Torang samua basudara, kong baku-baku bae, dan baku-baku sayang (kita semua bersaudara, antara yang satu dengan yang lainnya, hiduplah dalam keadaan baik dan saling menyayangi) merupakan pesan moral yang sangat mulia untuk hidup rukun dan damai.

Keterbukaan masyarakat Sulawesi Utara tercermin dalam sikap hidup suka bekerja sama dalam bidang apa saja, namun yang paling menonjol adalah kerja sama dalam bidang pertanian. Dalam kerja sama ini, tiap etnis memiliki nama yang berbeda, namun tujuannya sama, yaitu saling membantu atau tolong-menolong secara bergiliran untuk membuka lahan baru misalnya. Di Minahasa, bentuk kerja sama ini disebut Mapalus; di Sangihe disebut Mapaluse; di Bolaang Mongondow disebut Mopasad.

Walaupun Mapalus, Mapaluse dan mopasad, merupakan tiga nama dengan sebutan berbeda, namun memiliki tujuan yang sama, yaitu saling bekerja sama dalam menyelesaikan suatu pekerjaan.

Semula bentuk kerja sama (Mapalus, Mapaluse dan Mopasad) hanya terbatas di kalangan masyarakat tani, di antaranya kerja sama dalam membuka lahan pertanian baru, menanam padi dan atau memanen padi, atau bentuk pekerjaan lainnya; tetapi kemudian berkembang sampai arisan uang, perkumpulan dalam bentuk rukun keluarga, rukun marga, atau rukun dalam satu sub etnis, perkumpulan atau arisan membawa makanan ke rumah duka secara bergiliran, dan bentuk kerja sama lainnya seperti menjaga tempat ibadah secara bergantian antara pemeluk agama yang yang berbeda.

Dari bentuk kerja sama inilah mulai tercipta rasa saling menghargai, menyayangi dan saling mencitai dalam wujud hidup rukun intern kelompok. Selanjutnya dari hidup rukun intern kelompok berkembang sebagai cikal bakal hidup rukun antarkelompok, baik dengan kelompok masyarakat penduduk asli, atau yang sudah berasimilasi maupun dengan kelompok masyarakat pendatang baru.

Suatu komunitas masyarakat yang sikap hidupnya tertutup, eksklusif, atau ingin lain dari yang lain, pasti hidup rukun yang dikehendaki bersama tidak mungkin tercapai, dan hal ini telah disadari oleh masyarakat Sulawesi Utara dan kota Manado sebagai ibukotanya bahwa hidup rukun hanya bisa hidup jika antara satu dengan yang lainnya memiliki keterbukaan hidup dan mengakui bahwa semua manusia setara dan semua layak memperoleh kesempatan untuk mengejar kebahagiaan.

Masyarakat Sulawesi Utara menyadari bahwa tanpa keterbukaan hidup tidak mungkin ada kebersamaan. Kebersamaan adalah salah satu kerarifan lokal di Sulawesi Utara dan kota Manado sebagai ibu kotanya yang sampai saat tetap terpelihara dengan baik.

Antara lain saling mengunjungi antara sahabat, atau kerabat, atau saudara yang berbeda keyakinan pada saat hari-hari besar keagamaan, misalnya hari raya ketupat dan pengucapan syukur (thanksgiving).

Umat atau jemaat yang berbeda agama menjaga tempat ibadah umat beragama lainnya saat perayaan hari keagamaan; misalnya saat Natal, keamanan gereja dijaga oleh umat Muslim; demikian pun sebaliknya, saat idul fitri, Mesjid dijaga oleh umat Kristiani, semuanya ini merupakan wujud nyata kebersamaan dalam kredo “Torang Samua Basudara.”

Masyarakat Sulut dan Manado sebagai ibukotanya menyadari bahwa aku, dia, kita dan mereka memang berbeda; dan harus diakui memang berbeda; berbeda agama, berbeda etnis, berbeda budaya; bahkan berbeda apa yang dimakan, ada yang makan nasi, ada yang makan ubi, dan ada yang makan sagu; namun semua perbedaan ini dalam kredo Torang Samua Basudara dipahami dan diakui sebagai karunia Sang Pencipta yang harus disyukuri.(bersambung)

Share Berita Ini ke : Facebook | Twitter | Digg


Komentar yang dikirimkan melalui form di bawah ini menjadi tanggung jawab pengirim| Manado Today berhak untuk memuat , tidak memuat, mengedit, dan/atau menghapus data/informasi yang disampaikan oleh pembaca.

Kirim Komentar

Add your comment below, or trackback from your own site. You can also subscribe to these comments via RSS.

Be nice. Keep it clean. Stay on topic. No spam.

You can use these tags:
<a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

This is a Gravatar-enabled weblog. To get your own globally-recognized-avatar, please register at Gravatar.

Loading