Iklan Layanan Manado
Minahasa

Bitung

Minahasa Selatan

Minahasa Tenggara

Tomohon

Utama » Manado

Mangindaan Himbau Warga Hilangkan Kebiasaan Buang Sampah di Sungai

Aldi Mawitjere   |   16 Oktober 2011 – 13:44 WITA

Manadotoday.com, Manado – Kebersihan sungai yang menjadi target Pemkot Manado, ternyata bukan hanya isapan jempol. Buktinya, semua sungai yang berada di kota Manado terus mendapat perhatian Pemkot. Namun tantangan Pemkot kedepan bagaimana meningkatkan kesadaran warga agar tidak membuang sampah di sungai.

“Kesadaran lingkungan warga di sepanjang Daerah Aliran Sungai (DAS) Tondano ternyata masih kurang. Ini terbukti kebiasaan warga membuang sampah di sungai masih ada,”ujar Wakil Walikota Manado, Harley Mangindaan SE MSM menyisir DAS Tondano, akhir pekan bersama Kadis Kebersihan, Kaban BLH, Camat dan Lurah, Pol PP dan TNI.

Menurut Ai sapaan akrab Mangindaan, ternyata kebiasaan suka buang sampah di sungai masih terjadi.

“Ini bukan data, tapi saya lihat sendiri faktanya dilapangan dimana masih ada yang buang sampah di sungai. Hal itu tentunya masih mengartikan kebiasaan buang sampah di sungai masih terus terjadi. Ini tantangan pemerintah khususnya kecamatan dan kelurahan, bagaimana caranya agar warga tidak membiasakan diri buang sampah di sungai,” terang Ai.

Parahnya lagi lanjut Ai, WC gantung di pinggir DAS Tondano masih sangat jelas terlihat dan mengganggu keindahan lingkungan. “Itu (WC gantung,red) harus dibongkar. Tidak boleh buang hajad di sungai karena akan ada dampak e-coli atau polusi di air. Saya instruksikan, camat dan lurah lihat cerna dan apa yang harus dilakukan jika masih ada hal seperti itu. Lakukan mana yang terbaik terkait dengan konsep pemerintah untuk mendapatkan Adipura

Ada klausul-klausul yang harus dibenahi, ketika jamban tersebut jelas mengganggu. Saya harapkan harus dibongkar. Bukan hanya jamban, ada juga bangkai kapal atau perahu yang tidak lagi terpakai tapi berada di pinggiran sungai.

“itu harus dibersihkan karena bisa menampung sampah atau menghambat aliran sungai,” tegas Ai.

Namun disatu sisi, kendati DAS Tondano masih diwarnai sampah plastik dan sisa buangan dari rumah tangga, namun Ai mengakui sudah ada perubahan yang kearah baik. Pasalnya, menurut Ai, tidak ada lagi eceng gondok yang terlihat.

“Kondisi DAS Tondano jelas akan kami pantau terus, meski memang soal eceng gondok sudah tidak terlihat lagi. Tokoh masyarakat dan agama semuanya berperan mengawal lingkungan Kota Manado ini. Sinergitas harus dipadukan terkait dengan kendala apa yang tengah dialami masyaralat agar bisa langsung ditanggulangangi oleh pemerintah terkait dengan kebersihan,” kuncinya.(*/ald)

Share Berita Ini ke : Facebook | Twitter | Digg


Komentar yang dikirimkan melalui form di bawah ini menjadi tanggung jawab pengirim| Manado Today berhak untuk memuat , tidak memuat, mengedit, dan/atau menghapus data/informasi yang disampaikan oleh pembaca.

Kirim Komentar

Add your comment below, or trackback from your own site. You can also subscribe to these comments via RSS.

Be nice. Keep it clean. Stay on topic. No spam.

You can use these tags:
<a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

This is a Gravatar-enabled weblog. To get your own globally-recognized-avatar, please register at Gravatar.

Loading