Iklan Layanan Manado
Minahasa

Bitung

Minahasa Selatan

Minahasa Tenggara

Tomohon

Utama » Hukum dan Kriminal, Minahasa Selatan

Mantan Bendahara Setdakab Minsel Diperiksa KPK

Staff Manado Today   |   24 Agustus 2011 – 21:38 WITA

Terkait Dugaan Penyimpangan APBD Minsel 2006 – 2007 dan Kasus “Desember Gate”

Amurang Today – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) rupanya tak main-main menangani dugaan penyimpangan pada APBD Minahasa Selatan (Minsel) tahun anggaran 2006 – 2007 serta kasus dugaan suap untuk meloloskan APBD 2007-2008 atau yang lebih dikenal dengan ‘Desember Gate’.

Dari informasi yag diterima manadotoday, setelah sejumlah pejabat dan mantan pejabat diperiksa tim penyidik KPK, kali ini mantan Bendahara Sekretariat Kabupaten (Setdakab) Minsel yang berinisial MT alias Mer, dikuliti oleh KPK di Jakarta.

“Dalam penanganan kasus dugaan korupsi di Minsel, sejumlah saksi telah diperiksa oleh tim penyidik KPK di Jakarta. Namun, dalam pemeriksaan itu, sempat menyebut 30 mantan anggota DPRD Minsel periode 2004 – 2009, serta mantan bendahara Setdakab Minsel, ikut terlibat dalam kasus tersebut,” ujar sumber yang meminta namanya jangan ditulis.

Menurutnya lagi, terungkap juga dana konsultasi dengan anggota DPRD Minsel yang ikut disebut-sebut oleh saksi-saksi yang diperiksa. Dimana, dalam konsultasi itu, diduga terjadi pengelembungan dana dan telah diserahkan kepada mantan anggota DPRD waktu itu.

“Bisa saja anggota dan Mantan DPRD Periode itu akan dipanggil dan diperiksa KPK,” ujarnya lagi sambil mewanti-wanti namanya jangan ditulis.

Menanggapi hal itu, Simon Ottay mantan anggota DPRD pertama periode 2004-2009, saat dikonfirmasi manadotoday Rabu (24/8/2011), menjelaskan dirinya siap dimintai keterangan.

Disinggung sedikit mengenai dugaan suap tersebut, Ottay membantahnya. Menurutnya, dirinya tak tahu dengan kasus dugaan suap tersebut. Karena pada 2007, mereka sudah pindah ke DPRD Mitra, atau bertepatan dengan pemekaran Kabupaten Mitra, dimana anggota DPRD dari Dapil Mitra, ikut pindah ke Kabupaten Mitra.

“Tapi saya siap untuk memberikan keterangan jika saya dipangggil. Namun sekali lagi saya tak tahu dengan dugaan suap itu, karena saya adalah salah satu dari Sembilan anggota DPRD yang pindah ke DPRD Mitra,” jelasnya.

Terpisah, Jeferson Runtuwene, SH, yang juga mantan Wakil Ketua DPRD Minsel periode 2004-2009, dan saat ini masih duduk sebagai anggota DPRD Minsel Periode 2009-2014, mengatakan, jika diperlukan untuk proses penyelidikan dirinya siap bersaksi di KPK.

“Sebagai warga negara yang baik, saya akan menghormati proses hukum,” imbuhnya. (dav)

Share Berita Ini ke : Facebook | Twitter | Digg


Komentar yang dikirimkan melalui form di bawah ini menjadi tanggung jawab pengirim| Manado Today berhak untuk memuat , tidak memuat, mengedit, dan/atau menghapus data/informasi yang disampaikan oleh pembaca.

Kirim Komentar

Add your comment below, or trackback from your own site. You can also subscribe to these comments via RSS.

Be nice. Keep it clean. Stay on topic. No spam.

You can use these tags:
<a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

This is a Gravatar-enabled weblog. To get your own globally-recognized-avatar, please register at Gravatar.

Loading