Iklan Layanan Manado
Minahasa

Bitung

Minahasa Selatan

Minahasa Tenggara

Tomohon

Utama » Bitung

Masalah Status Tanah di Bitung, Bakal Halangi Percepatan Minapolitan, KEK dan Hub Port

Staff Manado Today   |   15 Juni 2011 – 10:05 WITA

Bitung Today – Upaya pemerintah Kota Bitung dalam menyediakan sarana dan prasarana percepatan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) dan Internasional Hub Port serta kawasan Minapolitan, bakal terhambat. Pasalnya, masalah status tanah di Kota Bitung saat ini masih banyak yang belum jelas.

Demikian menurut salah satu Personil LSM Lembeh Bersatu Muzakir ‘Polo’ Boven.

Boven mencontohkan, salah satu contoh kasus tanah yang bermasalah di Kota Bitung, adalah tanah Depot Pertamina yang oleh Pengadilan Negeri Bitung, telah ditetapkan sebagai milik keluarga Dotu Simon Tudus, namun hingga kini permasalahannya masih terkatung-katung.

”Pemerintah bersama DPRD harusnya mempercepat Perda Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW), dan memeberikan kepastian hukum tentang status tanah yang nantinya dijadikab usaha para investor agar mereka tidak akan ragu dalam menginvestasikan modalnya di Kota Bitung,” ujar Boven.

Menurut Boven jika persoalan tanah masih menjadi hambatan karena belum jelas statusnya ditambag lagi belum ada perda RTRW dikawatirkan tidak akan ada investor yang akan berinvestasi di Kota Bitung dalam rangka menunjang KEK, Minapolitan dan Internasional Hub Port.

”Untuk itu pemerintah harus tanggap dengan menyelesaikan status tanah yang ada di Kota Bitung seperti seperti tanah Candi, Erpack, Tanjung Merah, dan tanah Kuala Tembaga yang beberapa waktu lalu sempat menjadi sorotan Bitung Corruption Watch (BCW) karena dinilai bermasalah,” pungkas Boven. (lou)

Share Berita Ini ke : Facebook | Twitter | Digg


Komentar yang dikirimkan melalui form di bawah ini menjadi tanggung jawab pengirim| Manado Today berhak untuk memuat , tidak memuat, mengedit, dan/atau menghapus data/informasi yang disampaikan oleh pembaca.

& Komentar »

  • Rafles Galag mengatakan:

    Depot bitung itu adalah milik kakek kami….Marga Tudus….jadi secara jelas…kita sebagai Ahli waris sudah memberikan kesempatan bagi Pertamina untuk membayar dulu sewa tanah….dari Rafles salah satu cucu ahli waris tanah tersebut.

  • FransAsLangelo. mengatakan:

    Anak2 Dotu Simon Tudus memang ada 5 orang dan hanya 1 laki2 yg merantau ke pulau Jawa dan entah di mana Rimbanya. jadi tinggal 4 orang anak perempuan yg ada.
    Tapi tidak semua mereka adalah pewaris dari tanah2 peninggalan beliau khususnya di Negeri Bitung Sebab anak2 beliau yg di wilayah2 lain telah di berikan Harta warisnya menurut wilayah yg mereka tinggal pada saat itu.
    Dan semua data kami lengkap, makanya kami telah menang MA dan PK MA. Tidak mungkin Pemerintah Propinsi (PEMPROV), Pertamina(BUMN) dan AGRARIA/ Badan Pertanahan Nasional (BPN) dapat di kalahkhan kalau itu semua baru akan di ungkap sekarang atau Bukti2 kami tidak kuat.
    Jadi Pewaris yg Sah dari anak Simon Tudus adalah yg bernama Mitji Tudus yg nyata2 sejak dahulu kala berdomisili di Negeri Bitung beserta keturunannya dan kawin menikah dengan Putera Bitung Asli juga. Jadi Sadarilah bahwa anak keturunan yg bukan Asal dari Negeri Bitung Jangan banyak Bermimpi!!!! Kong Berita ini juga sebenarnya sampah!!!
    Supaya kata banya juga orang2 tau kalau Pertamina dan semua terhukum lainnya belum bayar2 sampe sekarang karena itu semua di anggap kabur….Kiapa dorang tu kata pertamina mo bayar itu besok ada Keputusan MA dan PK MA bilang bayar pa dorang…..Hahahahaaaaa…..
    Sedangkan torang so dari 2002 Kep. MA dan 2004 PK MA. Aksi dorang belum bayar2 apalagi ngono Surat saja baru urus2 kalamaring sore!!!! Hahahahahaaaaa….
    Dulu dari samua anak Dotu Simon Tudus tidak ada yg mau itu budel di Negeri Bitung Lantaran Jaoh….dan Rawan. Kong itu Tanah yg Pertamina Pake sekarang Sebenarnya Bekas KObong Kangkong bukang Kalapa….!!! Cuma Mitji Tudus yg terpaksa ambe itu dari pada Men!!! Sekarang So Kota baru dorang mo mangaku2….!!! ngoni Lahir di Mana Dulu kita mo tanya???? Kalu ngoni Lahir dan Tinggal di Bitung termasuk ngoni pe Oma2 itu baru maso akal ngoni juga ada bagian di Bitung!!! KASIAN DECH>>>>RAFLES!!!! BAROBAT NGANA RAFLES JANG TA TRUUUUUUSSSSSSS>>>>>

    • DHARMA CHR ANGKOUW mengatakan:

      Baku baku bae joh broooo…..kong baku ator yg baik, suruh pertamina cpt kucurkan pembayaran kong supaya sapa2 yg berhak atas ..tanah tersebut ..barbage rata johhhhhhhhh ha ha ha ha ….

    • daniel mengatakan:

      yg penting banyak berdoa joh tu cicit” simon tudus,,karna tinggl hitung hari pertamina mo bayar ,,pa torang samua tu ahli waris simon tudus cs…sekitar 200M…….

Kirim Komentar

Add your comment below, or trackback from your own site. You can also subscribe to these comments via RSS.

Be nice. Keep it clean. Stay on topic. No spam.

You can use these tags:
<a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

This is a Gravatar-enabled weblog. To get your own globally-recognized-avatar, please register at Gravatar.

Loading