Iklan Layanan Manado
Minahasa

Bitung

Minahasa Selatan

Minahasa Tenggara

Tomohon

Utama » Berita Pilihan, Headline, Minahasa

Menembu Klarifikasi Pernyataan di Depan Istri Purnawirawan AU

Redaksi Manado Today   |   9 Januari 2011 – 19:41 WITA

Pembangunan Bandara Kalawiran

Manado Today- Pernyataan Ketua Komisi III DPRD Sulut Sherva Manembu terhadap rencana pembangunan bandara di Desa Kalawiran Kecamatan Kakas Jumat silam, ternyata menimbulkan keresahan dikalangan keluarga Purnawirawan TNI Angkatan Udara (TNI AU) yang kini menempati lahan tersebut selang 35 tahun terakhir. Berbekal keresahan akibat pernyataan itu, puluhan warga yang didominasi istri para mantan prajurit TNI AU ini mengunjungi kediaman Manembu Sabtu silam.

Warga yang terdiri dari para istri Purnawirawan,  menjelaskan kepada Manembu mengenai status lahan yang sampai saat ini masih disengketakan dan masih dalam proses di BPN (Badan Pertanahan Nasional), selain itu warga juga menunjukkan Surat pernyataan yang di keluarkan Hukum Tua Desa Kalawiran dan lima orang mantan Hukum Tua serta Camat Kakas.

Dalam surat tersebut berisi pernyataan dari pemerintah Desa Kalawiran yang menyatakan tanah tersebut tidak terdaftar pada register Desa Kalawiran yang dilengkapi keterangan domisili warga yang sudah menempati lahan tersebut selama tiga puluh lima tahun.
“Tanah ini masih dalam status sengketa tentunya rencana pembangunan ini di kaji terlebih dahulu agar tidak ada yang dirugikan dalam rencana pembangunan ini,” kata Yuliana Ante, Janda dari Alm Pelda Purn Frans Saisab, didampingi beberapa Ibu Punawirawan diantaranya Ibu Sambeth,Ibu Manengal serta Ibu Mokoagow.
Sementara itu Sherva Manembu yang menerima langsung rombongan tersebut,  mengatakan pernyataanya di berbagai media hanyalah tanggapan atas pertanyaan dari para wartawan terkait dengan terhentinya pembangunan bandara di Kalawiran yang beberapa tahun lalu sempat di lakukan .
“Jadi warga tidak perlu resa sebab pembangunan ini memerlukan anggaran dan waktu yang relatif besar dan panjang
serta perlu dilakukan perencanaan yang matang agar ketika di laksanakan pembangunan tidak ada lagi masalah”ujar Manembu. (vian)

Share Berita Ini ke : Facebook | Twitter | Digg


Komentar yang dikirimkan melalui form di bawah ini menjadi tanggung jawab pengirim| Manado Today berhak untuk memuat , tidak memuat, mengedit, dan/atau menghapus data/informasi yang disampaikan oleh pembaca.

& Komentar »

  • edisaniman mengatakan:

    …pemukiman dibuat rudis ditukarguling melanggar UU No.20/2001….

    • edisaniman mengatakan:

      UU No.20/2001 pemberantasan tindak pidana korupsi psl.12(h)dan(i)(h):Pegawai negri atau penyelenggara negara yg pada waktu menjalankan tugas,telah menggunakan TANAH NEGARA yg diatasnya terdapat hak pakai,seolah-olah sesuai dgn peraturan perundang-undangan,telah merugikan orang yg telah berhak,padahal diketahuinya bahwa perbuatan tersebut bertentangan dengan peraturan perundang-undangan atau
      (i)Pegawai negri atau penyelenggara negara baik langsung maupun tidak langsung dengan sengaja turut serta dalam pemborongan,pengadaan,atau persewaan,yg pada saat dilakukan perbuatan,untuk seluruh atau sebagian ditugaskan untuk mengurus atau mengawasinya.(pidana seumur hidup/paling singkat 4thn.Paling lama 20thn penjara/denda(dua ratus juta rupiah)dan paling banyak sebesar 1 miliar rupiah.

Kirim Komentar

Add your comment below, or trackback from your own site. You can also subscribe to these comments via RSS.

Be nice. Keep it clean. Stay on topic. No spam.

You can use these tags:
<a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

This is a Gravatar-enabled weblog. To get your own globally-recognized-avatar, please register at Gravatar.

Loading