Iklan Layanan Manado
Minahasa

Bitung

Minahasa Selatan

Minahasa Tenggara

Tomohon

Utama » Manado

Mengenang Wolter Monginsidi, Warga Bantik Gelar Festival Seni dan Budaya

Staff Manado Today   |   5 September 2011 – 21:08 WITA

Manado Today – Guna mengenang jasa pahlawan nasional Robert Wolter Mongisidi, yang juga merupakan putra Bantik maka digelar Festival Seni Budaya Bantik. Robert Wolter Mongisidi yang adalah salah satu pahlawan nasional yang berjuang hingga titik darah penghabisan untuk kemerdekaan bangsa Indonesia.

Walikota Manado Vicky Lumentut didaulat untuk menyampaikan sambutan sebagai pemerhati budaya mengharapkan agar festival budaya ini digelar setiap tahunnya.

“Pemkot Manado akan mendukung seluruh even festival Budaya, karena sesuai dengan visi dan misi Kota Manado sebagai kota Model Ekowisata, “tandas Lumentut.

Festival seni budaya Bantik ini dihadiri Wakil Gubernur Drs Jouhari Kansil MPd, Wakil Walikota Manado Harley Mangindaan, unsure kepolisian, TNI AD, TNI-AL serta tokoh masyarakat suku Bantik.

Salah satu adik Robert Wolter Mongisidi mengatakan bahwa perjuangan kakaknya yang biasa dipanggil Bote, merupakan perjuangan untuk bangsa Indonesia meskipun dirinya tewas ditembak oleh penjajah. (ald)

Share Berita Ini ke : Facebook | Twitter | Digg


Komentar yang dikirimkan melalui form di bawah ini menjadi tanggung jawab pengirim| Manado Today berhak untuk memuat , tidak memuat, mengedit, dan/atau menghapus data/informasi yang disampaikan oleh pembaca.

One Response »

  • Recky Tombokan mengatakan:

    Bote telah pergi tapi kita patut belajar dari kesetiaannya terhadap apa yang diyakininya.

    Renungkanlah sekilas cuplikan pesan-pesan dalam kata-kata bijak Robert Wolter Monginsidi berikut ini (seperti diriwayatkan kembali oleh Drs. A. Noldi Mandagie dalam peringatan 56 tahun wafatnya Bote di Tanah Lapang Malalayang, Senin 05 September 2005):
    - Jangan takut melihat masa yang akan datang. Saya telah turut membersihkan jalan bagi kalian meskipun belum semua tenagaku kukeluarkan.
    - Jangan berhenti mengumpulkan pengetahuan agar kepercayaan pada diri sendiri tetap ada dan juga dengan kepercayaan teguh pada Tuhan, janganlah tinggalkan Kasih Tuhan mengatasi segala-galanya.
    - Bahwa sedari kecil harus tahu berterima kasih tahu berdiri sendiri…….belajarlah melipat kepahitan ! Belajar mulai dari 6 tahun…dan jadilah contoh mulai kecil sedia berkorban untuk orang lain.
    - Apa yang saya bisa tinggalkan hanyalah rohku saja yaitu roh “setia hingga terakhir pada tanah air” dan tidak mundur sekalipun menemui rintangan apapun menuju cita-cita kebangsaan yang ketat.
    - Memang betul, bahwa ditembak bagi saya berarti kemenangan batin dan hukuman apapun tidak membelenggu jiwa……
    - Perjuanganku terlalu kurang, tapi sekarang Tuhan memanggilku, rohku saja yang akan tetap menyertai pemuda-pemudi…semua air mata, dan darah yang telah dicurahkan akan menjadi salah satu fondasi yang kokoh untuk tanah air kita yang dicintai Indonesia.
    - Saya telah relakan diriku sebagai korban dengan penuh keikhlasan memenuhi kewajiban buat masyarakat kini dan yang akan datang, saya penuh percaya bahwa berkorban untuk tanah air mendekati pengenalan kepada Tuhan yang Maha Esa.
    - Jika jatuh sembilan kali, bangunlah sepuluh kali, jika tidak bisa bangun berusahalah untuk duduk dan berserah kepada Tuhan.

Kirim Komentar

Add your comment below, or trackback from your own site. You can also subscribe to these comments via RSS.

Be nice. Keep it clean. Stay on topic. No spam.

You can use these tags:
<a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

This is a Gravatar-enabled weblog. To get your own globally-recognized-avatar, please register at Gravatar.

Loading