Iklan Layanan Manado
Minahasa

Bitung

Minahasa Selatan

Minahasa Tenggara

Tomohon

Utama » Berita Pilihan, Headline, Minahasa Selatan

Miliki Bangunan Sekolah Megah, Siswa SDN Ranoketang Belajar di BPU

Staff Manado Today   |   2 Mei 2011 – 20:27 WITA

Amurang Today – Kendati telah memiliki bangunan sekolah yang cukup megah, namun sekitar 147 siswa SDN Ranoketang Kecamatan Amurang mulai kelas sampai kelas enam harus belajar di aula Balai Pertemuan Umum (BPU) Desa.

Tempat belajar SD dua Ranoketang di BPU Desa Ranoketang dua

Tempat belajar SD dua Ranoketang di BPU Desa Ranoketang dua

Serli Bahihi mewakili seluruh orang tua murid mengatakan, bangunan sekolah yang dulu terkena musibah kebakaran. Namun akhirnya diganti dengan bangunan skolah yang baru. Sayangnya, hingga kini bagunan itu tak kunjung digunakan..

“Memang bangunan sekolah belum lama ada musibah kebakaran, tapi sayangnya bangunan mewah yang baru dibangun pemerintah justru tidak bisa digunakan. Anak-anak mesti belajar dalam kondisi yang memprihatinkan,” ujarnya.

Ditambahkan Bahihi, mereka berharap, pemerintah bisa secepatnya mencari jalan keluar. Apalagi dalam waktu dekat ini siswa akan diperhadapkan dengan ujian nasional. Sebab, Jika melihat secara mendalam kondisi BPU, siswa yang belajar sangat terusik.

“Namanya hanya dibatasi dengan sekat-sekat, pasti sangat rebut,” ujarnya lagi.

Sementara itu Kepala Diknaspora Drs Jan Rattu ketika di konfirmasi manadotoday senin (02/05/2011), tak menapik akan peristiwa tersebut, dan langsung membenarkan jika bangunan sekolah SDN Ranoketang baik adanya. Apalagi kondisi bangunan sekolah belum lama dibangun.

sekolah ranoketang dua yang di segel kontraktor, karena pihak pemkab belum melunasinya

Gedung sekolah Ranoketang dua yang di segel kontraktor, karena pihak Pemkab belum melunasinya

“Memang benar apa yang dikeluhkan para orang tua murid maupun guru, tapi itu ada alas an khusus,” ujar Rattu.

Ditambahkan Rattu,bahwa para siswa baik kelas satu sampai kelas enam belum bisa belajar di bangunan tersebut karena kewajiban pemerintah untuk melunasi hutang pada pihak ketiga belum tuntas.

“Untuk saat ini para kontraktor yang mengerjakan bagunan tersebut belum mengijinkan siswa belajar disitu, sebab mereka menuntut pembayaran lunas,” ujar Rattu lagi.

Makanya mengantisipasi pelaksanaan ujian nanti Rattu berjanji akan secepatnya menyelesaikan persoalan tersebut. Caranya, antara Diknaspora sendiri dengan kontraktor akan mencari solusi bersama.

“Memang ini masalah harus dituntaskan, sebab tak lama lagi siswa akan menghadapi ujian nasional dan ujian sekolah,” jelasnya sambil berharap kontraktor juga bisa memahami kondisi yang terjadi. Sebab pemerintah akan tetap menyelesaikan kewajibannya kepada pihak ke tiga. (dav)

Share Berita Ini ke : Facebook | Twitter | Digg


Komentar yang dikirimkan melalui form di bawah ini menjadi tanggung jawab pengirim| Manado Today berhak untuk memuat , tidak memuat, mengedit, dan/atau menghapus data/informasi yang disampaikan oleh pembaca.

Kirim Komentar

Add your comment below, or trackback from your own site. You can also subscribe to these comments via RSS.

Be nice. Keep it clean. Stay on topic. No spam.

You can use these tags:
<a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

This is a Gravatar-enabled weblog. To get your own globally-recognized-avatar, please register at Gravatar.

Loading