Iklan Layanan Manado
Minahasa

Bitung

Minahasa Selatan

Minahasa Tenggara

Tomohon

Utama » Headline, Manado

Minimalisasi Pencemaran, Pemerintah Harus Dampingi Pertambangan Rakyat

Redaksi Manado Today   |   6 November 2010 – 10:45 WITA

Manado Today – Peran serta pemerintah meminimalisir dampak pertambangan terhadap lingkungan sangat penting, terutama pertambangan yang dikelolah rakyat. Pemerintah dapat berperan sebagai pendamping, guna menangani masalah pencemaran limbah tambang, yang kedepan bermanfaat meminimalisasi pencemaran dan perusakan lingkungan hidup. Persoalan ini merupakan fokus Permasalahan yang dibicarakan dalam rapat proyeksi Yayasan Lestari, Jumat (5/11/2010) di Kantor Yayasan Lestari Tanjung Batu Manado.

Menurut Berty Pesik salah satu peserta dialog yang melibatkan beberapa pemerhati lingkungan, pemerintah saat ini harus lebih peduli terhadap pelaku pertambangan rakyat, jangan justru sebaliknya lebih membela pihak perusahaan pertambangan, yang belum tentu hasilnya dinikmati masyarakat Sulut.
“Pendampingan seperti pemberian pemahaman mengenai tata cara pengolahan limbah, hingga bahan kimia yang digunakan dalam melakukan aktifitas tambang harus disosialisasikan pemerintah,” kata Pesik. 
Selanjutnya disebutkan, pemberian modal terhadap pertambangan rakyat perlu dilakukan, jangan sampai ada monompoli pengolahan tambang bagi para pengusaha yang memiliki modal.
“Jumlah pertambangan rakyat di Sulut tidak sedikit, dan tentu jika dikelola pemerintah dapat dijadikan sebagai salah satu sumber PAD. Namun harus ada perhatian dari pemerintah lewat pendampingan,” katanya.
Hal senada juga dikatakan oleh personil Yayasan Lestari, Yustinus Sapto Hartjanto. Menurutnya pertambangan rakyat sangat membutuhkan pendampingan dari pemerintah mengingat segala permasalah yang bisa mengarah ke konflik.

“Mulai dari masalah sosial, keselamatan kerja, konflik kepemilikan lahan hingga mempekerjakan anak dibawah umur dapat dijumpai di aktifitas pertambangan rakyat. Jadi sangat diperlukan peran pemerintah untuk melakukan pendampingan,” kata Hartjanto.
Dijelaskannya, kebijakan pemerintah terhadap para pelaku pertambangan rakyat kerap kali tidak berpihak sehingga perlu lagi ditinjau dengan harapan lebih membela atau berpihak kepada mereka daripada perusahaan tambang berskala besar.
Selain masalah rapat untuk program proyeksi dari Yayasan Lestari juga menetapkan langkah strategis untuk melakukan aksi kampanye masalah dampak pertambangan. Dimana dalam meramu isu kampanye lingkungan ini, bukan hanya Lestari yang terlibat, LSM yang bergerak di bidang lingkungan seperti Walhi Sulut dan WWF juga ikut serta.
“Ini merupakan kaloborasi dengan tujuan yang sama, yakni menyelamtkan ekologi terkahir di Sulut, jadi harus ada kesepahaman dalam mengkampanyekan dampak pertambangan terhadap lingkungan,” kata Edo Rahman Direktur Walhi Sulut. (Vian)

Share Berita Ini ke : Facebook | Twitter | Digg


Komentar yang dikirimkan melalui form di bawah ini menjadi tanggung jawab pengirim| Manado Today berhak untuk memuat , tidak memuat, mengedit, dan/atau menghapus data/informasi yang disampaikan oleh pembaca.

Kirim Komentar

Add your comment below, or trackback from your own site. You can also subscribe to these comments via RSS.

Be nice. Keep it clean. Stay on topic. No spam.

You can use these tags:
<a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

This is a Gravatar-enabled weblog. To get your own globally-recognized-avatar, please register at Gravatar.

Loading