Iklan Layanan Manado
Minahasa

Bitung

Minahasa Selatan

Minahasa Tenggara

Tomohon

Utama » Minahasa Selatan

Minsel Terancam Kehilangan Dana PNPM Rp. 14 M

Manado Today   |   15 Maret 2011 – 22:00 WITA

Amurang Today – Akibat belum menuntaskan dana penyertaan PNPM sebesar 1,6 Miliar, Minahasa Selatan terancam akan kehilangan dana PNPM sebesar Rp. 14 Miliar, yang berasal dari anggaran 2011 oleh pemerintah pusat.“Kami minta agar Pemkab Minsel segera mencairkan dana penyertaan sebesar 1,6 Miliar, supaya tidak ada penangguhan dari pemerintah pusat untuk tahun 2011. Sebab, jika pembekuan tersebut dilakukan, rakyatlah yang akan menderita,” terang anggota DPRD Minsel dari Fraksi PDIP, Jefferson Runtuwene, kepada manadotoday, Selasa (15/03/2011).

Disampaikannya lagi, perlu diketahui dalam pelaksana proyek tahun 2010 lalu, ternyata ada pihak yang berhutang di Toko bagunan, agar proyek yang didanai oleh PNPM segara tuntas. Namun hingga saat ini, pihak Pemkab belum ingin menuntaskan hutang tersebut.

Sementara itu, Ketua Komisi I, Zetly Kohdong mengingatkan jangan sampai kepentingan masyarakat banyak terabaikan hanya karena kebijakan dari Pemkab.

“Kepentingan masyarakat harus ditempatkan diatas kepentingan yang lain. Tidak bisa diabaikan hanya karena suatu kebijakan baru yang malah menyusahkan masyarakat,” bebernya. (dav)

Share Berita Ini ke : Facebook | Twitter | Digg


Komentar yang dikirimkan melalui form di bawah ini menjadi tanggung jawab pengirim| Manado Today berhak untuk memuat , tidak memuat, mengedit, dan/atau menghapus data/informasi yang disampaikan oleh pembaca.

Kirim Komentar

Add your comment below, or trackback from your own site. You can also subscribe to these comments via RSS.

Be nice. Keep it clean. Stay on topic. No spam.

You can use these tags:
<a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

This is a Gravatar-enabled weblog. To get your own globally-recognized-avatar, please register at Gravatar.

Loading