Iklan Layanan Manado
Minahasa

Bitung

Minahasa Selatan

Minahasa Tenggara

Tomohon

Utama » Manado

Minta Keringanan, Tombeg Dinilai Tantang Kebijakan Walikota Manado

Aldi Mawitjere   |   29 Februari 2012 – 22:13 WITA

Manado, (manadotoday.com) – Kepala Dinas Pendidikan Dante Tombeg, sempat meminta agar guru-guru mendapat keringanan dalam inspeksi mendadak (Sidak) yang dilakukan BKD dan SatPol-PP. Tak ayal, pemohonan tersebut dinilai menentang kebijakan Walikota.
Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Drs Hanz Musa Tinangon MSc menegaskan bahwa pihaknya tetap akan melakukan sidak sesuai dengan disiplin PNS dan ketentuan kepegawaian.
“Jadi apa yang kami lakukan selama ini sudah sesuai ketentuan disiplin PNS dan tidak mudah untuk merubahnya,”tegas Tinangon.
Dimana item dalam ketentuan tersebut, menegaskan agar setiap PNS harus menaati jam kerja. Sedangkan Manado sendiri jam kerjanya dari Pukul 08.00 – 16.30 Wita, untuk sekolah hingga Pukul 14.00 Wita.
“Jadi kepada siapa saja yang memakai seragam pada saat jam kerja tetap akan disidak, termasuk guru-guru. Kalau pun sudah bukan jam kerja disarankan selalu untuk ganti pakaian,”tandasnya.
Namun kata dia, bukan berarti PNS tidak boleh keluar kantor saat jam kerja. PNS bisa keluar kantor di jam kerja, namun harus memiliki surat tugas dari atasannya masing-masing.
“Kalau ada surat tugas, berarti PNS yang bersangkutan memiliki tugas kantor di luar kantor,” tambah Tinangon.
Seperti diketahui permintaan pengecualian bagi guru-guru dalam sidak yang sering dilaksanakan BKD dan Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Manado, oleh Kadis Diknas, dilakukan karena banyak guru-guru yang mengeluhkan penegakan disiplin itu. Alasan Tombeg, guru-guru sudah ada di sekolah sejak pukul 06.30. Saat itu pulalah, mereka telah menjalankan tugasnya sebagai seorang guru.
“Dan pada jam satu siang, kegiatan belajar-mengajar di sekolah sudah selesai. Jadi seharusnya mereka (guru-guru) sudah bisa pulang ke rumah,” kata Tombeg saat rapat SKPD dengan Sekretaris Daerah Kota (Sekdakot), beberapa waktu lalu.
Meski sudah selesai kegiatan belajar mengajar kata Tombeg, namun guru-guru takut pulang rumah. “Mereka takut jangan-jangan kena razia. Jadi kalau bisa, kami memohon keringanan,” pinta Tombeg.(ald)

Share Berita Ini ke : Facebook | Twitter | Digg


Komentar yang dikirimkan melalui form di bawah ini menjadi tanggung jawab pengirim| Manado Today berhak untuk memuat , tidak memuat, mengedit, dan/atau menghapus data/informasi yang disampaikan oleh pembaca.

Kirim Komentar

Add your comment below, or trackback from your own site. You can also subscribe to these comments via RSS.

Be nice. Keep it clean. Stay on topic. No spam.

You can use these tags:
<a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

This is a Gravatar-enabled weblog. To get your own globally-recognized-avatar, please register at Gravatar.

Loading