Mintalangi : Tetty Diminta tak Tinggal Diam
Terkait Dugaan Pungli di SMA Negeri Kumelembuai
AMURANG, (manadotoday.com) – Persoalan yang kini menimpa SMA Negeri 1 Kumelembuai, langsung mendapat sorotan tajam dari tokoh masyarakat Arthur Mintalangi. Pasalnya, tonaas Walak Kecamatan Kumelembuai itu menilai dugaan pungutan liar hanya bias dari banyaknya persoalan di dalam internal sekolah tersebut.
Untuk itu, Pemerintah Kabupaten dalam hal ini Bupati Christiany Eugenia Paruntu melalui instansi teknis harus lebih jelih dan pekah menempatkan kepala sekolah.
“Makanya jangan mengunakan kekuatan kekuasaan untuk menempatkan kepala sekolah. Harusnya lebih pada profesionalisme. Penempatan kepala sekolah di Kecamatan Kumelembuai tak ubahnya di jaman orde baru,”sindir Mintalangi.
Pasalnya, cukup beralasan karena hampir semua ada kedekatan emosional dengan salah satu pejabat di Minsel yang notabene lingkaran Bupati.
“Semua warga masyarakat sudah tau penempatan kepala sekolah di wilayah Kumelembuai bermasalah, termasuk di SMA Kumelembuai. Dan itu sudah menjadi rahasia umum. Makanya kalau ada persoalan saat ini bagian dari bias masa lalu. Jadi Pemkab Minsel jangan hanya tinggal diam,”tandasnya.
Lagi ditegaskan Mintalangi, jika kadis diknas hanya tinggal diam tak ada tindaklanjut, sudah menjadi tugas dan tanggung jawab Bupati untuk bertindak lebih jauh.
“Jangan tunggu ada gejolak lebih besar muncul kemudian bertindak,”tegasnya.(dav)






Komentar yang dikirimkan melalui form di bawah ini menjadi tanggung jawab pengirim| Manado Today berhak untuk memuat , tidak memuat, mengedit, dan/atau menghapus data/informasi yang disampaikan oleh pembaca.