Iklan Layanan Manado
Minahasa

Bitung

Minahasa Selatan

Minahasa Tenggara

Tomohon

Utama » Headline, Manado

Minyak Tanah Bersubsidi Mulai Ditarik Pertamina

Aldi Mawitjere   |   12 April 2012 – 20:51 WITA

MANADO, (manadotoday.com) —Surat edaran penarikan minyak tanah bersubsidi dari pertamina akhirnya terbit. Penegasannya, edaran dengan nomor 228/F37200/2012-S3 tertanggal 4 April 2012 perihal melanjutkan tahapan penarikan minyak tanah bersubsidi kini telah tembus ke Sulut.

Artinya, selang bulan April ini berjalan, secara bertahap minyak tanah bersubsidi yang berada di setiap pangkalan minyak tanah akan menghilang. Menyusul, penarikan minyak tanah akan dilakukan pada minggu pertama mulai 5 persen hingga 10 persen hingga selesai.

Dalam surat edaran tersebut, menyebutkan, sehubungan dengan telah siapnya infrastruktur SPPBE dan ketersediaan LPG serta telah didistribusikan kompor dan tabung LPG 3 kg, maka pertamina berencana untuk melanjutkan kembali penarikan minyak tanah bersubsidi terhitung, Senin (9/4/2012) sampai dengan selesai penarikan.

Lanjut dalam edaran tersebut, bagi masyarakat masih ingin menggunakan minyak tanah, pertamina telah menyediakan minyak tanah non subsidi dengan harga keekonomian melalui dealer minyak tanah non subsidi yakni, Pt Rerosa jalan Babe Palar, Madidir Bitung, PT Haskita Sarana jalan Wolter Mongisidi, Manado dan PT Riwani Perkasa jalan CH Taulu Titiwengen, Sario.

Dengan begitu, surat Wakil Gubernur Sulut tentang permohonan penundaan penarikan minyak tanah bersubsidi setelah surat edaran tersebut terbit dinyatakan tidak berlaku lagi.

Lantas apa tanggapan Kabag Perekonomian Pemkot Manado, Pingkan Sinjal SE Msi?  Sinjal menegaskan, jika memang penarikan minyak tanah bersubsidi akan dilakukan oleh pIhak pertamina, tentunya pertamina juga wajib menjamin ketersediaan gas elpiji.

“Pada umumnya masyarakat Manado telah memahami akan program konversi minyak tanah ke gas elpiji. Tapi tentunya pihak pertamina juga harus memberikan jaminan kepada masyarakat jika program tersebut dijalankan ketersediaan gas elpiji jangan ada kelangkaan. Artinya jangan membuat masyarakat menjadi resah ketika memerlukan gas justru dilapangan tidak ada, nanti pemerintah daerah yang nanti disalahkan. Dan yang pasti kebijakan pemerintah pusat akan terus didukung pemerintah daerah,”imbuh Sinjal.

Disatu sisi, Sinjal juga mempertanyakan akan harga eceran tertinggi (HET) elpiji 3 kg yang hingga kini belum ada penetapan dari Provinsi Sulut. Pasalnya, diakui Sinjal, mulai ada permainan harga dari pengecer akan elpiji 3 kg yang tentunya akan membebani masyarakat.

“Baiknya pemprov secepatnya menetapkan HET elpiji 3 kg agar ada harga yang tetap dan diketahui oleh masyarakat umum begitu juga harus ada penegasan lokasi atau pangkalan mana yang sebenarnya yang bisa menjual gas 3 kg itu,”kunci Sinjal. (ald)

Share Berita Ini ke : Facebook | Twitter | Digg


Komentar yang dikirimkan melalui form di bawah ini menjadi tanggung jawab pengirim| Manado Today berhak untuk memuat , tidak memuat, mengedit, dan/atau menghapus data/informasi yang disampaikan oleh pembaca.

Kirim Komentar

Add your comment below, or trackback from your own site. You can also subscribe to these comments via RSS.

Be nice. Keep it clean. Stay on topic. No spam.

You can use these tags:
<a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

This is a Gravatar-enabled weblog. To get your own globally-recognized-avatar, please register at Gravatar.

Loading