Iklan Layanan Manado
Minahasa

Bitung

Minahasa Selatan

Minahasa Tenggara

Tomohon

Utama » Manado

Muhammadiyah Sulut Serukan Koruptor Jalani Proses Hukum

Staff Manado Today   |   1 Agustus 2011 – 15:34 WITA

Manado Today – Pengurus Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Sulawesi Utara menyerukan kepada para koruptor agar bertobat, khususnya di bulan Ramadhan dan bersedia menjalani proses hukum.

Seruan itu disampaikan oleh Wakil Ketua PWM Sulut H Anwar Sandia dengan didampingi Sekretaris PWM, H Rusman Saud di Manado.

“Kami menyerukan kalau koruptor itu seorang muslim agar bertobat, karena sudah terlanjur dilakukan dan taati proses hukum,” katanya.

Dia juga menyerukan agar para koruptor tidak lari dari tanggung jawab, bahkan kabur ke luar negeri.

“Secara jantan kalau memang dipenjara, harus mau dipenjara. Jangan lari dari kejaran hukum. Kalau lari itu pengecut. Itu perilaku negatif,” katanya.

Anwar menyarankan agar pelaku korupsi berani mendatangi pengadilan. “Pengadilan merupakan tempat untuk membela diri. Kalau tidak bersalah ungkapkan saja, jangan lari dari proses hukum,” ujar mantan Ketua PWM Sulut tersebut.

Menurut Anwar di Jakarta saja masih ada orang yang hidup dengan tinggal dalam gerobak, sementara koruptor harta bendanya berlimpah ruah.

“Koruptor hidup dengan mobil mewah, uangnya banyak, tetapi mereka tidak punya hati nurani dan tidak peduli dengan fakir miskin,” katanya.

Anwar mengatakan di Provinsi Jawa Tengah ada sebuah keluarga dengan tiga anak yang memiliki gizi buruk, sedangkan usia anak-anaknya sudah berumur.

“Jangan sampai negara kita runtuh karena korupsi. Korupsi lebih berbahaya dari terorisme, karena itu kami setuju kalau koruptor dieksekusi,” katanya.

Sementara itu pada saat yang sama Sekretaris PWM Sulut H Rusman Saud menyerukan kepada umat muslim agar menghindari perilaku konsumtif selama Ramadhan.

“Esensi Ramadhan itu menahan diri, tetapi anehnya saat Ramadhan justru harga kebutuhan pokok naik. Ini karena perilaku konsumtif yang sudah diluar batas,” katanya.

Rusman mengatakan sepuluh hari terakhir Ramadhan biasanya yang ramai mall-mall, masjid-masjid malah sepi. “Ini sudah terjadi bertahun-tahun dan haraus dikoreksi. Harus banyak iktikaf di masjid saat Ramadhan, bukan melakukan ‘zakat mall’,” katanya. (ann/jw)

Share Berita Ini ke : Facebook | Twitter | Digg


Komentar yang dikirimkan melalui form di bawah ini menjadi tanggung jawab pengirim| Manado Today berhak untuk memuat , tidak memuat, mengedit, dan/atau menghapus data/informasi yang disampaikan oleh pembaca.

Kirim Komentar

Add your comment below, or trackback from your own site. You can also subscribe to these comments via RSS.

Be nice. Keep it clean. Stay on topic. No spam.

You can use these tags:
<a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

This is a Gravatar-enabled weblog. To get your own globally-recognized-avatar, please register at Gravatar.

Loading