Iklan Layanan Manado
Minahasa

Bitung

Minahasa Selatan

Minahasa Tenggara

Tomohon

Utama » Gorontalo

Nilai Tukar Petani di Gorontalo Naik

Redaksi Manado Today   |   11 Oktober 2011 – 09:53 WITA

Manadotoday.com – Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Gorontalo, Win Kusdiatmono mengatakan, berdasarkan hasil pemantauan harga-harga pedesaan di lima kabupaten di Provinsi Gorontalo pada September 2011, Nilai Tukar Petani (NTP) daerah tersebut, secara umum mengalami kenaikan sebesar 0,35 persen dibanding bulan Agustus 2011, yaitu dari 103,18 menjadi 103,54.

Diuraikannya, NTP diperoleh dari perbandingan indeks harga yang diterima petani, terhadap indeks harga yang dibayar petani.Hal itu terjadi karena laju kenaikan indeks harga yang diterima petani 0,21 persen, atau lebih cepat dari pada laju kenaikan indeks harga yang dibayar petani -0,14 persen. Pada periode Januari 2008 hingga September 2011, NTP Provinsi Gorontalo tertinggi terjadi pada September 2008 sebesar 108,43 dan terendah terjadi pada Bulan Februari 2008 sebesar 94,28.

Jika NTP September 2011 dibandingkan Agustus 2011, empat subsektor NTP nya mengalami kenaikan yaitu tanaman pangan sebesar 0,44 persen, hortikultura 1,28 persen, tanaman perkebunan rakyat 0,09 persen, dan peternakan 0,03 persen, “Sedangkan subsektor perikanan mengalami penurunan sebesar 0,07 persen,” ujar Win Kusdiatmono.

Dari sepuluh provinsi di Kawasan Timur Indonesia ada sembilan provinsi yang NTP-nya berada di atas angka 100. NTP tertinggi dicapai oleh Provinsi Sulawesi Selatan dengan nilai sebesar 107,82 yang diikuti Sulawesi Tenggara 106,78. Maluku sebesar 105,20 serta Sulawesi Barat sebesar 104,26. Sedangkan NTP terendah terjadi di Sulawesi Tengah sebesar 99,43 dan Papua sebesar 101,29.
Di sisi lain, NTP nasional sebesar 105,17 mengalami kenaikan sebesar 0,05 persen dari bulan sebelumnya yang tercatat sebesar 105,11. Win menambahkan, merupakan salah satu indikator untuk melihat tingkat kemampuan atau daya beli petani di pedesaan, serta daya tukar dari produk pertanian dengan barang dan jasa yang dikonsumsi maupun untuk biaya produksi. Semakin tinggi NTP, secara relatif semakin kuat pula tingkat kemampuan beli petani. (ant/hma)

Share Berita Ini ke : Facebook | Twitter | Digg


Komentar yang dikirimkan melalui form di bawah ini menjadi tanggung jawab pengirim| Manado Today berhak untuk memuat , tidak memuat, mengedit, dan/atau menghapus data/informasi yang disampaikan oleh pembaca.

Kirim Komentar

Add your comment below, or trackback from your own site. You can also subscribe to these comments via RSS.

Be nice. Keep it clean. Stay on topic. No spam.

You can use these tags:
<a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

This is a Gravatar-enabled weblog. To get your own globally-recognized-avatar, please register at Gravatar.

Loading