Iklan Layanan Manado
Minahasa

Bitung

Minahasa Selatan

Minahasa Tenggara

Tomohon

Utama » Hukum dan Kriminal, Nusa Utara

Oknum Kepala Unit BRI Beo Talaud Dilapor ke Polisi

Redaksi Manado Today   |   3 April 2012 – 23:17 WITA

Diduga, Gelapkan Uang Milik Enam Orang Nasabah

Assisten Manager Bisnis Mikro BRI Cabang Tahuna

Asisten Manager Bisnis Mikro BRI Cabang Tahuna, Adrianus D Kalesaran SE

TAHUNA (manadotoday.com) – Oknum Kepala Unit Bank BRI Beo Kabupaten Talaud, berinisial RI alias Maman, terpaksa harus mempertanggungjawabkan perbuatannya dihadapan petugas Kepolisian Resort Sangihe, setelah dirinya diadukan oleh pihak pimpinan Bank BRI Cabang Tahuna, terkait dugaan penggelapan uang milik enam orang nasabah di BRI Unit Beo Kabupaten Talaud.
Kepala BRI Cabang Tahuna, Ph. Susilo Darsono melalui Asisten Manager Bisnis Mikro yang membawahi seluruh BRI Unit di Kabupaten Sangihe, Talaud dan Sitaro, Adrianus Denny Kalesaran SE, membenarkan soal kasus dugaan penggelapan uang nasabah yang dilakukan oknum kepala BRI Unit Beo tersebut, bahkan menurut Kalesaran, yang bersangkutan saat ini sementara menjalani pemeriksaan oleh petugas penyidik di Polres Sangihe.
“Dari hasil pemeriksaan tim pemeriksa intern BRI Cabang Tahuna, yang bersangkutan mengakui semua perbuatannya, sedangkan nominal uang yang digelapkan, saya tidak bisa sampaikan kepada media,” ungkap Kalesaran.
Dia juga menambahkan, akibat perbuatan Maman seorang petugas Teler yang bernama Noviana Elianti, yang merupakan pekerja kontrak dari PT Prima Karya Sarana Sejahtera (PPKS) Cabang Manado Group BRI itu, terpaksa diberhentikan, karena menurut Kalesaran, Elianti ditengarai turut membantu pimpinannya dalam melakukan aksi penggelapan uang milik enam orang nasabah.
Meski Elianti tidak menikmati sepeserpun uang milik nasabah itu, namun yang bersangkutan dianggap lalai karena tidak melaporkan kepada pimpinan yang lebih tinggi. Elianti sendiri saat ditemui manadotoday di kediamannya, Selasa siang tadi, mengaku kalau dirinya sepertinya dijebak oleh pimpinannya.
“Saya seperti dijebak oleh pimpinan saya. Padahal, saya sudah berkali-kali meminta bukti setoran bersama uangnya kepada pimpinan unit, tetapi yang bersangkutan selalu mengatakan nanti saja,” keluh Elianti yang turut didampingi ibu tercintanya. (nal)

Share Berita Ini ke : Facebook | Twitter | Digg


Komentar yang dikirimkan melalui form di bawah ini menjadi tanggung jawab pengirim| Manado Today berhak untuk memuat , tidak memuat, mengedit, dan/atau menghapus data/informasi yang disampaikan oleh pembaca.

Kirim Komentar

Add your comment below, or trackback from your own site. You can also subscribe to these comments via RSS.

Be nice. Keep it clean. Stay on topic. No spam.

You can use these tags:
<a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

This is a Gravatar-enabled weblog. To get your own globally-recognized-avatar, please register at Gravatar.

Loading