Iklan Layanan Manado
Minahasa

Bitung

Minahasa Selatan

Minahasa Tenggara

Tomohon

Utama » Bitung

Orang Tua Murid, Keluhkan Pungutan di SMP Negeri 11 Bitung

Aldy Monareh   |   6 Maret 2012 – 21:58 WITA

Pesak : Pungutan Yang Dilakukan Telah Disepakati Bersama Dalam Rapat Komite
Bitung, (manadotoday.com) – Sejumlah orang tua murid SMP Negeri 11 Tendeki Bitung, mengeluhkan pungutan yang dilakukan oleh Komite Sekolah. Pasalnya pungutan yang dilakukan komite dinilai terlalu memberatkan orang tua murid. Dimana setiap siswa baru dibebankan Rp 200.000 untuk meja dan kursi. Sementara setiap siswa Kelas 9, akan diwajibkan menanggung biaya sebesar Rp 270.000, untuk biaya pengayaan dan buku pelajaran.
”Kami keberatan terhadap pungutan yang dilakukan oleh Komite Sekolah, karena sudah sangat memberatkan,” ujar beberapa orang tua murid yang enggan namanya disebutkan.
Ironisnya kata beberapa Ortu Murid ini, meski biaya Rp 200 Ribu untuk siswa baru yang diperuntukan bagi pengadaan Meja dan kursi telah mereka bayarkan, namun hingga kini meja dan kursi yang digunakan masih meja kursi lama bahkan sudah ada yang rusak.
Demikian juga rencana pungutan Rp 270 Ribu bagi siswa kelas ujian dinilai sangat memberatkan.
”Jika hanya Rp 50 Ribu kami rasa itu masih bisa dijangkau, apalagi kami tahu saat ini ada Dana BOS yang dapat diambil untuk menunjang operasional siswa untuk belajar,” ketus mereka.
Sementara itu Wakil Ketua Komite SMP Negeri 11 Bitung, France Paloon saat dikonfirmasi tidak menampik adanya pungutan. Namun menurutnya pungutan tersebut sudah diputuskan secara bersama dalam rapat komite yang dihadiri oleh orang tua murid.
”Dalam rapat tersebut semua ortu yang hadir setuju dan tidak ada ortu yang keberatan dengan pungutan ini,” ujar Paloon yang mengaku memimpin rapat tersebut.
Terpisah Kepala Sekolah SMP Negeri 11 Bitung, Jerry Pessak SPd MAP, mengatakan pungutan sebesar Rp 200.000 untuk pengadaan meja dan kursi sebetulnya bukan untuk siswa baru, namun berlaku bagi siswa pindahan, karena murid pindahan tidak termasuk dalam kuota, apalagi meja dan kursi sudah banyak yang rusak.
”Sebagai Kepsek tentu saya harus menerima murid yang hendak Sekolah, guna menunjang program semua harus sekolah. Namun karena murid pindahan tidak termasuk dalam kuota pada awal tahun ajaran sehingga meja dan kursi diminta sisiapkan oleh orang tua murid pindahan tersebut,” ujar Pessak.
Sebetulnya menurut Pesak, bukan pihak Sekolah yang mengadakan pembuatan meja dan kursi, namun kebanyakan banyak ortu yang sibuk sehingga mereka meminta pihak sekolah yang membuatnya dengan catatan biaya akan ditanggung orang tua.
”Saya sudah memprediksikan ini bakal berbuntut masalah, namun yang terpenting yang silakukan tidak menyalahi aturan,” ujarnya.
Menyial tentang pungutan bagi siswa kelas ujian sebesar Rp 270 Ribu per siswa, diakui Pessak ini sudah disepakati dalam rapat komite dengan orang tua murid. Dan telah disiapkan rekomendasi Kepala Dinas Dikpora.
”Jika ada orang tua yang keberatan ini akan dibatalkan. Apalagi keptusan komite belum dilaksanakan karena terlebih dahulu meminta rekomendasi Kepala Dinas Dikpora,” terangnya. (lou)

Share Berita Ini ke : Facebook | Twitter | Digg


Komentar yang dikirimkan melalui form di bawah ini menjadi tanggung jawab pengirim| Manado Today berhak untuk memuat , tidak memuat, mengedit, dan/atau menghapus data/informasi yang disampaikan oleh pembaca.

Kirim Komentar

Add your comment below, or trackback from your own site. You can also subscribe to these comments via RSS.

Be nice. Keep it clean. Stay on topic. No spam.

You can use these tags:
<a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

This is a Gravatar-enabled weblog. To get your own globally-recognized-avatar, please register at Gravatar.

Loading