Iklan Layanan Manado
Minahasa

Bitung

Minahasa Selatan

Minahasa Tenggara

Tomohon

Utama » Headline, Manado

PAD di RS Ratumbuysang dan Diklat Sulut Tertinggi

Redaksi Manado Today   |   8 April 2011 – 19:18 WITA

Manado Today – Badan Pendidikan dan Latihan (Diklat) Provinsi Sulut dan Rumah Sakit (RS) Prof Ratumbuysang merupakan dua instansi penyumbang Pendapatan Asli Daerah (PAD) di lingkungan Pemprov Sulut selang awal tahun 2011.

“Dua instansi ini pantas diberikan penghargaan karena mampu memberikan PAD maksimal pada awal triwulan pertama tahun 2011,” kata asisten II Bidang Administrasi Pemprov Sulut, Gemmy Kawatu, usai memimpin rapat evaluasi kinerja SKPD di Manado, Jumat.
Dikatakan, realisasi yang dicapai oleh Badan Diklat Provinsi hingga akhir Maret 2011 sudah mencapai 61,19 persen sedangkan RS Ratumbuysang sekitar 38,27 persen.
“Karena itu saya salut dengan dua pejabat yang menakhodai dua SKPD tersebut, yakni Rosye Kalangi di Badan Diklat dan Bahagia Mokoagow sebagai Direktur RS Ratumbuysang,” jelas Kawatu.
Menurutnya, capaian dilakukan oleh dua instansi itu bisa menjadi motivasi bagi jajaran instansi lainnya di Pemprov Sulut.
Sementara itu realisasi dengan PAD terbawah atau jongkok di triwulan pertama ini, yakni Dinas Pendidikan, Dinas Sosial, Dinas Perkebunan dan Biro Umum, karena keempat SKPD tersebut realisasi hanya nol persen.
Juga ada Kantor Penghubung di Jakarta, Dinas Pekerjaan Umum dan Kantor pelaksana Harian Badan Narkotika masing-masing juga nol persen.
Untuk itu Kawatu mengharapkan, memasuki triwulan kedua ini diharapkan sejumlah SKPD yang realisasinya masih dibawah nol persen itu, agar terus memacu peningkatan PAD-nya.
Sementara menyangkut, realisasi keuangan sampai dengan akhir maret 2011 ini, rata-rata PAD SKPD sebesar 4,40 persen dimana penyerapan tiga instansi tertinggi digapai Biro Pembangunan 18,50 persen, Sekretariat DPRD 15,6 persen dan Dinas Pendapatan Daerah 14,81 persen.
Sebelumnya, Pemprov Sulut sudah menargetkan pendapatan pada APBD tahun 2011, yakni terdiri dari pajak daerah ditargetkan sebesar Rp388,4 miliar, retribusi daerah Rp6,5 miliar, hasil kekayaan daerah yang dipisahkan Rp17 miliar, lain-lain PAD yang sah Rp12,5 miliar.(ann/jwt)

BADAN DIKLAT DAN RS RATUMBUYSANG PAD TERTINGGI
Copyright:ANTARADate:Apr 08 17:34Print: Print VersionCategory:IBUPrevious NextManado, 7/4 (ANTARA) – Badan Pendidikan dan Latihan (Diklat) Provinsi Sulut dan Rumah Sakit (RS) Prof Ratumbuysang merupakan dua instansi penyumbang Pendapatan Asli Daerah (PAD) di lingkungan Pemprov Sulut selang awal tahun 2011.
“Dua instansi ini pantas diberikan penghargaan karena mampu memberikan PAD maksimal pada awal triwulan pertama tahun 2011,” kata asisten II Bidang Administrasi Pemprov Sulut, Gemmy Kawatu, usai memimpin rapat evaluasi kinerja SKPD di Manado, Jumat.
Dikatakan, realisasi yang dicapai oleh Badan Diklat Provinsi hingga akhir Maret 2011 sudah mencapai 61,19 persen sedangkan RS Ratumbuysang sekitar 38,27 persen.
“Karena itu saya salut dengan dua pejabat yang menakhodai dua SKPD tersebut, yakni Rosye Kalangi di Badan Diklat dan Bahagia Mokoagow sebagai Direktur RS Ratumbuysang,” jelas Kawatu.
Menurutnya, capaian dilakukan oleh dua instansi itu bisa menjadi motivasi bagi jajaran instansi lainnya di Pemprov Sulut.
Sementara itu realisasi dengan PAD terbawah atau jongkok di triwulan pertama ini, yakni Dinas Pendidikan, Dinas Sosial, Dinas Perkebunan dan Biro Umum, karena keempat SKPD tersebut realisasi hanya nol persen.
Juga ada Kantor Penghubung di Jakarta, Dinas Pekerjaan Umum dan Kantor pelaksana Harian Badan Narkotika masing-masing juga nol persen.
Untuk itu Kawatu mengharapkan, memasuki triwulan kedua ini diharapkan sejumlah SKPD yang realisasinya masih dibawah nol persen itu, agar terus memacu peningkatan PAD-nya.
Sementara menyangkut, realisasi keuangan sampai dengan akhir maret 2011 ini, rata-rata PAD SKPD sebesar 4,40 persen dimana penyerapan tiga instansi tertinggi digapai Biro Pembangunan 18,50 persen, Sekretariat DPRD 15,6 persen dan Dinas Pendapatan Daerah 14,81 persen.
Sebelumnya, Pemprov Sulut sudah menargetkan pendapatan pada APBD tahun 2011, yakni terdiri dari pajak daerah ditargetkan sebesar Rp388,4 miliar, retribusi daerah Rp6,5 miliar, hasil kekayaan daerah yang dipisahkan Rp17 miliar, lain-lain PAD yang sah Rp12,5 miliar.(ann/jwt)

Share Berita Ini ke : Facebook | Twitter | Digg


Komentar yang dikirimkan melalui form di bawah ini menjadi tanggung jawab pengirim| Manado Today berhak untuk memuat , tidak memuat, mengedit, dan/atau menghapus data/informasi yang disampaikan oleh pembaca.

Kirim Komentar

Add your comment below, or trackback from your own site. You can also subscribe to these comments via RSS.

Be nice. Keep it clean. Stay on topic. No spam.

You can use these tags:
<a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

This is a Gravatar-enabled weblog. To get your own globally-recognized-avatar, please register at Gravatar.

Loading