Iklan Layanan Manado
Minahasa

Bitung

Minahasa Selatan

Minahasa Tenggara

Tomohon

Utama » Ekonomi dan Keuangan

Panen Picu Harga Beras Mulai Turun di Manado

Redaksi Manado Today   |   13 April 2011 – 08:53 WITA

Manado Today – Harga beras di Kota Manado, Sulawesi Utara, turun tipis setelah panen padi mulai terjadi di beberapa daerah sentra beras di provinsi ini.

“Beras jenis Pl (Pilihan) turun ke posisi Rp7.250 per kilogram (Kg), padahal sejak akhir tahun lalu hingga awal April ini dijual harganya sebesar Rp7.500 per kg,” kata Kepala Bidang Perdagangan Dalam Negeri, Disperindag Sulut, Janny Rembet di Manado, Selasa.
Janny mengatakan, panen petani padi mulai terjadi bukan hanya di lumbung beras Kabupaten Bolaang Mongondow, tetapi juga di kawasan lain seperti Kabupaten Minahasa, yang berdampak positif menurunkan harga beras di pasar.
Selain mulai panen, beras untuk masyarakat miskin (raskin) yang mulai disalurkan pemerintah daerah juga menjadi pendorong sehingga harga beras di pasar terkoreksi tipis.
“Penurunan harga di pasaran ini, sekaligus memberi sinyal bahwa ketersediaan pangan daerah ini cukup aman dan menjamin kebutuhan pokok masyarakat secara keseluruhan,” kata Janny.
Raskin disalurkan ke seluruh desa dan kelurahan di Sulut, karena itu ketika beras bantuan ini mulai disalurkan dapat menjadi stabilisator harga di pasaran turun ke tingkat lebih rendah.
Masyarakat Sulawesi Utara membutuhkan beras sekitar 22 ribu ton setiap bulan, sebagian di antaranya dipenuhi dari beras lokal, sebagian lagi didatangkan dari daerah lain seperti yang selalu dipasok Perum Bulog Sulut. 

Harga beras di Kota Manado, Sulawesi Utara, turun tipis setelah panen padi mulai terjadi di beberapa daerah sentra beras di provinsi ini.
“Beras jenis Pl (Pilihan) turun ke posisi Rp7.250 per kilogram (Kg), padahal sejak akhir tahun lalu hingga awal April ini dijual harganya sebesar Rp7.500 per kg,” kata Kepala Bidang Perdagangan Dalam Negeri, Disperindag Sulut, Janny Rembet di Manado, Selasa.
Janny mengatakan, panen petani padi mulai terjadi bukan hanya di lumbung beras Kabupaten Bolaang Mongondow, tetapi juga di kawasan lain seperti Kabupaten Minahasa, yang berdampak positif menurunkan harga beras di pasar.
Selain mulai panen, beras untuk masyarakat miskin (raskin) yang mulai disalurkan pemerintah daerah juga menjadi pendorong sehingga harga beras di pasar terkoreksi tipis.
“Penurunan harga di pasaran ini, sekaligus memberi sinyal bahwa ketersediaan pangan daerah ini cukup aman dan menjamin kebutuhan pokok masyarakat secara keseluruhan,” kata Janny.
Raskin disalurkan ke seluruh desa dan kelurahan di Sulut, karena itu ketika beras bantuan ini mulai disalurkan dapat menjadi stabilisator harga di pasaran turun ke tingkat lebih rendah.
Masyarakat Sulawesi Utara membutuhkan beras sekitar 22 ribu ton setiap bulan, sebagian di antaranya dipenuhi dari beras lokal, sebagian lagi didatangkan dari daerah lain seperti yang selalu dipasok Perum Bulog Sulut. (ann/jwt)

Share Berita Ini ke : Facebook | Twitter | Digg


Komentar yang dikirimkan melalui form di bawah ini menjadi tanggung jawab pengirim| Manado Today berhak untuk memuat , tidak memuat, mengedit, dan/atau menghapus data/informasi yang disampaikan oleh pembaca.

Kirim Komentar

Add your comment below, or trackback from your own site. You can also subscribe to these comments via RSS.

Be nice. Keep it clean. Stay on topic. No spam.

You can use these tags:
<a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

This is a Gravatar-enabled weblog. To get your own globally-recognized-avatar, please register at Gravatar.

Loading