Iklan Layanan Manado
Minahasa

Bitung

Minahasa Selatan

Minahasa Tenggara

Tomohon

Utama » Berita Pilihan, Headline, Minahasa Selatan

Pejabat di Minahasa Selatan Jangan Asal Ngomong

Redaksi Manado Today   |   15 September 2012 – 11:11 WITA

Mandey : APBD Minahasa Selatan Bukan Milik Pejabat

Minahasa Selatan

Renovasi kantor Bupati Minsel yang terus berpolemik.(ist)

AMURANG, (manadotoday.com) – Pemerintahan di Minahasa Selatan saat ini tak ubahnya republik mimpi. Kenapa? Sejumlah pejabat seenaknya mengeluar statemen seoleh-oleh APBD Minsel hanya untuk kepentingan mereka. Demikian dikatakan pemerhati pemerintahan dan pembangunan Minsel Jendry Mandey SAP.

Seperti halnya, renovasi kantor Bupati yang telah berpolemik sejak awal. Menurut Mandey, ungkapan sejumlah pejabat di Minahasa Selatan bahwa kelanjutan renovasi kantor Bupati tersebut akan diambil dari APBD.

“Sejak awal renovasi kantor Bupati sudah berpolemik. Dan Pemkab belindung bahwa dana untuk renovasi berasal dari pusat. Kalau saat ini kalanjutkan akan diambil di APBD ini gila namanya,”ujar aktivis jebolan Universita Samratulangi itu.Lanjut dikatakan Mandey,Bupati harus jeli menempatkan pejabat, bukan hanya berdasarkan suka atau tidak suka tapi, pada kemampuan birkrasi untuk mensejakterakan rakyat.

“Dana APBD itu merupakan milik rakyat yang semestinya dikembalikan untuk kesejakteraan, bukanya akan habis di makan para pembuat dan pelaksana kebijakan. Perlu diingat masyarakat sudah semakin kritis,”tandasnya.

Menariknya, Mandey menyindir Pemkab Minsel dengan mengajak masyarakat untuk melakukan mapalus mengerjakan kantor yang kini sementara direnovasi.

“Akankah masyarakat Minsel, harus turun tangan melakukan kerja bakti atau mapalus untuk mengerjakan kantor tersebut? Haruskah masyarakat melakukan pengalangan dana di depan kantor Bupati untuk pembangunan tersebut. Dan anggaran 7 Miliar dialikan untuk pertanian dan kepentingan masyarakat yang lebih terarah,”sindir Mandey.

Senada dikatakan Alvons Sumual SIP, rencana renovasi sudah ditolak pada awalnya oleh masyarakat, namun Pemkab Minsel bersikeras tetap melakukan karena katanya anggaran tersebut berasal dari pusat, hasil lobi Bupati Christiany Eugeni Paruntu.

“Harusnya yang menjadi pertanyaan kanapa kelanjutan pembangunan renovasi kantor Bupati harus ditata dalam APBD Minsel. Seharusnya juga kelanjutan pembangunan dilobi lagi dong. Itukan kemauan Pemkab membangun kantor Bupati yang mega dengan kemewahan tampa memikirkan lagi kesejakteran masyarakat. Hutang Minsel saja Pemkab kebingugan untuk membayarnya. Tak salah kalau Minsel kini dinilai masyarakat republik mimpi,”terang Sumual.

Sementara itu ungkapan Asisten II Farry Liwe dan Kadis PU Minsel Joutje Tuerah mengatakan bahwa kelanjutakan pembangunan kantor Bupati akan diambil dari APBD Minsel, langsung mengundang reaksi masyarakat.

“Untuk merampungkan pekerjaan ini (renovasi kantor bupati Minsel) masih dibutuhkan sekitar Rp 7 miliar, Itu menjadi skala prioritas kami pada tahun 2013 nanti, dan diusahakan tuntas, makanya kami mau usulkan dananya kalau bisa dimasukan dalam APBD 2013 ,” jelas Tuerah.(tim manadotoday)

Share Berita Ini ke : Facebook | Twitter | Digg


Komentar yang dikirimkan melalui form di bawah ini menjadi tanggung jawab pengirim| Manado Today berhak untuk memuat , tidak memuat, mengedit, dan/atau menghapus data/informasi yang disampaikan oleh pembaca.

Kirim Komentar

Add your comment below, or trackback from your own site. You can also subscribe to these comments via RSS.

Be nice. Keep it clean. Stay on topic. No spam.

You can use these tags:
<a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

This is a Gravatar-enabled weblog. To get your own globally-recognized-avatar, please register at Gravatar.

Loading