Iklan Layanan Manado
Minahasa

Bitung

Minahasa Selatan

Minahasa Tenggara

Tomohon

Utama » Headline, Minahasa Selatan

Pembangunan Gedung Paripurna DPRD Minsel Dipertanyakan

Manado Today   |   3 Juni 2011 – 16:53 WITA

Amurang Today – Proyek pembangunan gedung Paripurna DPRD Minahasa Selatan (Minsel), terus dipertanyakan sejumpah pihak. Pasalnya proses pekerjaan dinilai lambat, bahkan beberapa pekan terakhir nyaris tidak ada aktifitas.

Gedung DPRD Minsel

Gedung DPRD Minsel

Ketua DPRD Minsel Boy Tumiwa BsC SH, meminta kepada pihak kontraktor agar secepatnya menyelesaikan pembangunan kantor rakyat yang beralamat di Desa Teep Kecamatan Amurang Barat. Padahal menurutnya Tumiwa, harusnya sejak ulang tahun Minsel lalu, aula kantor DPRD minsel sudah bisa digunakan.

“Pembangunan yang dilakukan sangat lambat. Rencananya ada agenda-agenda tertentu yang harus menggunakan ruangan berkapasitas besar, namun kalau cara kerja kontraktor seperti saat ini, fasilitas tersebut belum bisa digunakan,” ujar Tumiwa.

Hal senada dikatakan Sekretaris Komisi B DPRD Minsel Andries Boy Rumondor, dimana dirinya meminta kepada instansi terkait dalam hal ini Bagian Pembangunan Sekretariat Pemkab Minsel sebagai penanggung jawab, untuk mempercepat pembangunan gedung tersebut.

” Pembangunan ini perlu dipercepat mengingat ada agenda penting dari DPRD Minsel yang harus menggunakan ruangan kapasitas besar ini,” ujarnya.

Sementara itu, Asisten II Bidang Pembangunan dan Ekonomi Pemkab Minsel Ir Farry Liwe, saat dikonfirmasi manadotoday Jumat (3/6/2011) mengatakan pihaknya sengaja memberhentikan aktivitas pekerjaan pembangunan gedung paripurna itu, karena sudah memasuki tahun 2011 belum juga diselesaikan.

“Benar, itu memang sengaja dihentikan, karena proyek ini sudah sejak lama di bangun dan sampai saat ini tidak ada tanda-tanda penyelesaiannya, meski telah di bangun beberapa tahun lalu,” ujar Liwe.

Ia menambahkan, saat ini juga Bupati Cristiany Eugenia Paruntu telah membentuk tim verifikasi, dalam penyelesaian gedung DPRD Minsel.

“Bupati telah membentuk tim verifikasi dan tim ini akan ditugaskan untuk meneliti semua yang terjadi di sana, mengenai anggaran serta realisasi kerja dan lainnya,” jelas Liwe lagi, seraya berjanji akan segera mempercepat pembangunan gedung paripurna tersebut dan anggaran yang di sediakan oleh tim berjumlah Rp. 1,5 miliar.

Menangapi hal ini mendapat tangapan yang serius dari warga minsel Hesky Liando, yang menilai pembangunan gedung paripurna itu, tak sesuai dengan mekanisme. Pasalnya anggaran yang d keluarkan tidak sesuai dengan hasil dan masa pekerjaan.

“Ini sudah begitu banyak waktu yang di buang dan tidak sedikit anggaran yang di keluarkan namun pekerjaan belum juga ada titik terang penyelasaiannya, makanya kami minta pemerintah saat ini harus tegas, sebab ini demi kabaikan kita semua,bahkan untuk kemajuan minsel kedepan,” tandas Liando. (dav)

Share Berita Ini ke : Facebook | Twitter | Digg


Komentar yang dikirimkan melalui form di bawah ini menjadi tanggung jawab pengirim| Manado Today berhak untuk memuat , tidak memuat, mengedit, dan/atau menghapus data/informasi yang disampaikan oleh pembaca.

Kirim Komentar

Add your comment below, or trackback from your own site. You can also subscribe to these comments via RSS.

Be nice. Keep it clean. Stay on topic. No spam.

You can use these tags:
<a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

This is a Gravatar-enabled weblog. To get your own globally-recognized-avatar, please register at Gravatar.

Loading