Iklan Layanan Manado
Minahasa

Bitung

Minahasa Selatan

Minahasa Tenggara

Tomohon

Utama » Pemerintahan

Pembangunan Sanitasi di Sulut Perlu Ditingkatkan

Tonny Sumakul   |   12 Juni 2013 – 20:30 WITA
Pembangunan Sanitasi di Sulut Perlu Ditingkatkan

Mokodongan dalam sosialisasi Program Hibah Sanitasi

SULUT, (manadotoday.com) – Walaupun selama lima tahun terakhir ini, kinerja pembangunan di Provinsi Sulut menunjukan perkembangan yang menggembirakan, dengan indicator antara lain, penurunan tingkat kemiskinan sebesar 7,64 persen dan pertumbuhan ekonomi yang mencapai 8 persen, namun demikian, masih terdapat beberapa indikator pembangunan lainnya yang perlu ditingkatkan diantaranya, pembangunan sanitasi.

“Ya, pembangunan sanitasi di Sulut masih perlu ditingkatkan,” ujar Sekdaprov Sulut Ir. Siswa Rahmat Mokodongan, selaku Ketua Pokja Sanitasi Sulut, dalam sosialisasi Program Hibah Sanitasi SAIIG-AUSAID Program Percepatan Pembangunan Sanitasi Permukiman (PPSP) Provinsi Sulut, yang dilaksanakan di ruang Mapaluse kantor gubernur, Rabu (12/6/2013).

Dijelaskan Mokodongan, hasil capaian triwulan pertama Tahun 2013, tingkat penyerapan dana hibah sanitasi relatif rendah, yakni dibawah 50 persen. Kondisi itu kata Mokodongan, disebabkan minimnya pemahaman Kabupaten/Kota, terkait keberadaan dan persyaratan untuk memanfaatkan.

“Untuk itu, demi meningkatkan daya serapnya Pemprov bekerjasama dengan pokja sanitasi Sulut, berinisiatif untuk menggelar kegiatan sosialisasi dan advikasi kepada para pengambil keputusan di tingkat Kabupaten/Kota, khususnya bagi daerah yang sudah memiliki strategi sanitasi,” tukasnya.

Lanjutnya mengataka, program ini merupakan hasil kerjasama pemerintah Autralia dan Pemerintah Indonesia, dalam bentuk hibah sebesar 40 juta Dolar Australia.

“Dana  ini diperuntukan untuk membiayai sektor air limbah dan persampahan se-Sulut, dan sampai akhir tahun 2012 persentasi akses sanitasi baru mencapai 45,60 persen dari target 55,59 persen,” ungkapnya.

Mokodongan menambahkan, melalui keikutsertaan Provinsi Sulut dalam PPSP, seluruh ketertinggalan harus dikejar. Dimana saat ini, ada10 daerah menjadi peserta program PPSP, diantaranya tujuh daerah sebagai peserta program sejak tahun 2012, dan tiga daerah sebagai peserta program 2013).

“Untuk Bitung, Minsel, Bolmong, Boltim diharapkan menjadi peserta program PPSP Tahun 2014 mendatang,” terangnya.

Mokodongan menambahkan, PPSP yang mnerupakan Road Map Pembangunan Sanitasi di Indonesia,  dimaksudkan untuk mendukung upaya Pemerintah memenuhi tujuan Millenium Development Goals (MDGs), yakni mengurangi hingga setengah jumlah penduduk yang tidak punya akses berkelanjutan pada air yang aman diminum dan sanitasi yang layak pada tahun 2015.

“Target ini setidaknya ada tiga sasaran yang harus kita lakukan yakni, menghentikan perilaku buang air besar sembarangan di perkotaan dan pedesaan, penguranan timbunan sampah dari sumbernya dan penanganan sampah yang ramah lingkungan, serta pengurangan genangan di 100 Kabupaten/Kota seluas 22.500 hektar,” tandasnya. (ton)

Share Berita Ini ke : Facebook | Twitter | Digg


Komentar yang dikirimkan melalui form di bawah ini menjadi tanggung jawab pengirim| Manado Today berhak untuk memuat , tidak memuat, mengedit, dan/atau menghapus data/informasi yang disampaikan oleh pembaca.

Kirim Komentar

Add your comment below, or trackback from your own site. You can also subscribe to these comments via RSS.

Be nice. Keep it clean. Stay on topic. No spam.

You can use these tags:
<a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

This is a Gravatar-enabled weblog. To get your own globally-recognized-avatar, please register at Gravatar.

Loading