Iklan Layanan Manado
Minahasa

Bitung

Minahasa Selatan

Minahasa Tenggara

Tomohon

Utama » Headline, Manado

Pemerintah Daerah Diminta Optimal Tangani Flu Burung di Sulut

Staff Manado Today   |   1 Mei 2011 – 15:44 WITA

Manado Today – Pesatnya penyebaran virus Avian Influenza (H5N1) di Sulut, membuat masyarakat di resah dan meminta pemerintah daerah segera mengatasi penyebaran virus mematikan ini.“Penyebaran virus H5N1 itu sudah merata di kabupaten dan kota, menyebabkan ayam-ayam milik peternak mati mendadak. Ini harus ditangani baik agar tidak berdampak pada manusia,” kata Ketua Kontak Tani Nelayan Andalan (KTNA) Sulut Lexi Solang, di Manado, Minggu.

Bahkan informasi terbaru ada sebanyak 56 ternak unggas, seperti ayam 36 ekor dan bebek 20 ekor di Desa Wineru, Kabupaten Minahasa Utara ditemukan positif terjangkiti virus itu, setelah melalui tes cepat melalui sampel dilakukan instansi terkait di daerah itu.

Padahal penyebaran virus itu sudah ditemukan sebelumnya di Kota Kotamobagu, Bolaang Mongondow dan Minahasa Selatan belum lama ini.

“Masyarakat secara langsung sangat khawatir akan dampak penyebaran itu, dan berimbas pada sektor perekonomian di daerah juga,” jelas Solang yang juga anggota DPRD Sulut.

Sebelumnya, Wagub Sulut Djauhari Kansil telah memerintah instansi terkait, seperti Dinas Pertanian dan Peternakan, Dinas Kesehatan dan pihak kepolisian untuk menangani penyebaran virus itu, dengan melakukan pengawasan dan pencegahan terbak unggas di wilayah terjangkiti H5N1 untuk tidak dibawa keluar.

Sementara itu, sejumlah peternak ayam di Kabupaten Minahasa Selatan juga mulai khawatir dengan serangan virus flu burung melanda daerah itu sejak pekan lalu, yang bisa saja membuat kerugian tersendiri dari usaha tersebut.

“Kalau memang pemerintah daerah menyerukan pemusnahan ayam, akan kami lakukan. Tapi kami juga akan merasakan dampak kerugian kalau ayam dimusnahkan,” kata Joutje, salah satu warga Motoling. Minahasa Selatan.

Sebelumnya, pemerintah daerah berhasil menemukan ayam mati mendadak di Kecamatan Modoinding dan diketahui melalui alat tes cepat positif H5N1 pada 19 April 2011 lalu.

Penyebaran virus mematikan itu juga sebelumnya sudah ditemukan di Kota Kotamobagu, yang indikasi kuat penyebarannya berasal dari Provinsi Gorontalo.

“Sebagian ternak ayam sudah kami ungsikan ke wilayah perkebunan atau jauh dari permukiman sehingga tidak membawa dampak buruk juga,” kata Doli, warga lainnya. (ann/raf)

Share Berita Ini ke : Facebook | Twitter | Digg


Komentar yang dikirimkan melalui form di bawah ini menjadi tanggung jawab pengirim| Manado Today berhak untuk memuat , tidak memuat, mengedit, dan/atau menghapus data/informasi yang disampaikan oleh pembaca.

Kirim Komentar

Add your comment below, or trackback from your own site. You can also subscribe to these comments via RSS.

Be nice. Keep it clean. Stay on topic. No spam.

You can use these tags:
<a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

This is a Gravatar-enabled weblog. To get your own globally-recognized-avatar, please register at Gravatar.

Loading