Iklan Layanan Manado
Minahasa

Bitung

Minahasa Selatan

Minahasa Tenggara

Tomohon

Utama » Gorontalo

Pemprov Gorontalo Sosialisasi UUPA

Redaksi Manado Today   |   24 April 2011 – 23:00 WITA

Gorontalo Today – Pemerintah Provinsi Gorontalo gencar mensosialisasikan Undang-undang Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan anak atau UUPA kepada masyarakat.
“Undang-undang ini belum banyak dipahami masyarakat, sehingga pemerintah harus gencar mensosialisasikannya,” kata Gubernur Gorontalo, Gusnar Ismail, Minggu.
Ia menjelaskan, dalam pasal 59 UU Perlindungan Anak menyatakan ada 10 kategori anak yang mendapatkan perlindungan khusus.
“Anak yang harus diberi perlindungan diantaranya anak dalam situasi darurat seperti pengungsi, korban kerusuhan, bencana alam atau konflik bersenjata,” ujarnya.
Selain itu, perlindungan juga diberikan untuk anak yang berhadapan dengan hukum, dari kelompok minoritas, tereksploitasi secara ekonomi maupun seksual, serta anak diperdagangkan.
Kategori lainnya yakni anak korban penyalahgunaan narkotika, korban penculikan, kekerasan fisik dan mental, terlantar dan penyandang cacat.
Ada dua kelompok lain yang termasuk anak rentan, yaitu anak jalanan dan anak tanpa akta kelahiran.
“Kurangnya pemahaman terhadap aturan ini, akan berdampak pada terabaikannya hak anak untuk dilindungi,” tukasnya. (ant/jwt)

Share Berita Ini ke : Facebook | Twitter | Digg


Komentar yang dikirimkan melalui form di bawah ini menjadi tanggung jawab pengirim| Manado Today berhak untuk memuat , tidak memuat, mengedit, dan/atau menghapus data/informasi yang disampaikan oleh pembaca.

Kirim Komentar

Add your comment below, or trackback from your own site. You can also subscribe to these comments via RSS.

Be nice. Keep it clean. Stay on topic. No spam.

You can use these tags:
<a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

This is a Gravatar-enabled weblog. To get your own globally-recognized-avatar, please register at Gravatar.

Loading