Iklan Layanan Manado
Minahasa

Bitung

Minahasa Selatan

Minahasa Tenggara

Tomohon

Utama » Pemerintahan

Pemprov Minta Tanggungjawab Pertamina

Staff Manado Today   |   12 Juni 2011 – 15:56 WITA

Soal antrian Panjang BBM yang kian Menjadi

Pemprov sulut, Pertamina sulut, antrian BBM di sulut, kelangkaan BBM di sulut, kelangkaan premium di sulut, premium di sulut, SPBU di manado, Christian Sumampow, kelangkan BBM di manado

Antrian kendaraan di SPBU.

Manado Today – Masih menjadinya antrian panjang pembeli bahan bakar minyak (BBM) jenis premium dan solar di Sulawesi Utara cukup meresahkan masyarakat. Menyikapi hal ini, Pemprov meminta tanggungjawab pihak pertamina untuk mengatasi krisis ini.

“Tanggung jawab penyediaan BBM premium dan solar sepenuhnya ada di Pertamina, termasuk pengawasan distribusi di tingkat SPBU. Itu harus dilakukan untuk mengantisipasi dampak buruk yang ada,” kata juru bicara Pemprov Sulut Christian Sumampow.

Antrean BBM di setiap SPBU tidak hanya terjadi di Kota Manado, namun sudah merata di beberapa kabupaten dan kota. Dan himbauan Pemprov Sulut ini untuk mengantisipasi juga bentuk-bentuk kecurangan selama distribusi.

Bahkan Pemprov Sulut pernah mengeluarkan Surat edaran Nomor; 541/1101/Sekr-Ro.Ekonomi yang ditandatangani Sekprov Sulut SR Mokodongan, bahwa kendaraan dinas/pribadi hanya bisa membeli 20 liter setiap hari dan kendaraan umum 30 liter setiap hari di SPBU.

“Kebijakan itu untuk mengatasi antrian panjang di BBM, hanya saja kondisinya terus menerus terjadi,” kata Sumampow yang juga Kabag Humas Pemprov Sulut itu.

Disamping itu pernah dalam rapat bersama dengan pihak Pertamina wilayah Pemasarn Manado, dimana terungkap permasalahan distribusi solar, dimana banyak industri lebih memilih memanfaatkan solar subsidi ketimbang yang non subsidi.

Selain itu Pertamina juga harus lebih tegas memberlakukan larangan pembelian BBM melalui galon-galon atau modus operandi lainnya, dengan maksud untuk kepentingan pribadi atau dijual kembali dalam bentuk botol-botol.

“Memang berdasarkan laporan pertamina bahwa kuota yang diberikan oleh pemerintah pusat untuk Sulut saat ini tidak lagi mencukupi untuk kebutuhan, karena pertumbuhan jumlah kendaraan sangat pesat saat ini,” jelasnya.

Pertamina juga telah dimintakan memperjuangkan penambahan kuota untuk Sulut sambil mencari solusi agar antrean panjang tidak lagi terjadi di SPBU-SPBU.. “Pemprov akan memantau perkembangan dalam satu dua hari ke depan, apabila tetap terjadi antrian panjang di SPBU-SPBU, tentunya Pertamina akan dipanggil dan diminta pertanggung jawabannya,” jelasnya.

Terganggunya Ketersediaan bbm yang mengakibatkan antrian panjang itu, sangat mempengaruhi kenyamanan masyarakat baik pengguna kendaraan dan masyarakat lainnya, juga sangat berpengaruh pada sirkulasi roda perekonomian daerah saat ini. Oleh karena itu Pertamina harus segera mengambil langkah untuk mengatasinya. (ant/her)

Share Berita Ini ke : Facebook | Twitter | Digg


Komentar yang dikirimkan melalui form di bawah ini menjadi tanggung jawab pengirim| Manado Today berhak untuk memuat , tidak memuat, mengedit, dan/atau menghapus data/informasi yang disampaikan oleh pembaca.

Kirim Komentar

Add your comment below, or trackback from your own site. You can also subscribe to these comments via RSS.

Be nice. Keep it clean. Stay on topic. No spam.

You can use these tags:
<a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

This is a Gravatar-enabled weblog. To get your own globally-recognized-avatar, please register at Gravatar.

Loading