Iklan Layanan Manado
Minahasa

Bitung

Minahasa Selatan

Minahasa Tenggara

Tomohon

Utama » Pemerintahan

Pemprov Sulut Akan “Tertibkan” Lahan 225 Ha di Kalasey

Tonny Sumakul   |   6 September 2012 – 20:50 WITA
Kepala Biro Perlengkapan Setdaprov Sulut

Kepala Biro Perlengkapan Setdaprov Sulut, Rudij Roring

MANADO, (manadotoday.com) – Pemprov Sulawesi Utara (Sulut), berencana akan “mengamankan” salah satu asetnya, yakni lahan seluas 225 Hektar (Ha) di Desa Kalasey, Kecamatan Pineleng, Kabupaten Minahasa, yang selama ini telah diduduki warga.

“Ya, kami berencana akan menertibkan salah satu aset Pemprov Sulut di Kalasey, yaitu lahan seluas 225 hektar,” ujar Kepala Biro Perlengkapan Setdaprov Sulut, Rudij Roring, Kamis (6/9).

Menurutnya, dalam pengamanan aset tersebut, pihaknya akan melakukan pendekatan terhadap warga, guna menghindari hal-hal yang tak diinginkan, terlebih yang sudah berbau kekerasan.

“Kan selama ini, usaha penertiban aset itu, sering mendapat penolakan warga. Jadi, kami akan coba melakukan pendekatan kepada warga,” terang Roring.

Menindaklanjuti hal itu, Pemprov Sulut berencana akan melakukan pertemuan membahas aset tersebut, dengan mengundang para perwakilan masyarakat.

“Selasa pekan depan, kami akan rapat terkait masalah lahan di Kalasey, dengan akan mengundang perwakilan masyarakat,” ujar Roring.

Disinggung terkait banyaknya bangunan yang telah berdiri di lahan tersebut, Roring menjelaskan, hal itu akan dibicarakan dengan masyarakat. Kata dia, salah satunya yakni kemungkinan besar, masyarakat yang telah mendirikan bangunan dengan biaya yang cukup besar, akan melakukan pengembalian ke Pemprov.

“Untuk bangunan seperti sekolah, tempat-tempat ibadah, perkantoran, itu nantinya akan kami hibahkan. Sebab, bangunan itu adalah untuk kepentingan umum. Tapi untuk bangunan pribadi, kemungkinan kami akan meminta pengembalian dari masyarakat yang telah mendirikan bangunan di atas lahan itu,” ungkap Roring, seraya menambahkan, kalaupun tak melakukan pengembalian, bisa saja bangunan itu akan dieksekusi.

Disis lain, Roring menyatakan, memang dari luas lahan 225 hektar itu, sudah ada sekian hetar yang dihibahkan, seperti kompleks perkantoran 10 hektar, Polda 20 hektar, lahan untuk digarap masyarakat 11 hektar.

“Untuk sisanya, itu yang akan kita tertibkan,” tegasnya.

Roring menambahkan, tanah di Kalasey tersebut, sesuai sertifikat Nomor: 1/1982/Kalasey, dan dilengkapi dengan SK. Nomor: 188/44/HP/59, jelas merupakan milik Pemprov Sulut.

“Soal informasi terjadi jual menjual lahan tersebut, kemungkinan mereka yang mengaku pemilik, memiliki sertifikat di atas sertifikat,” pungkasnya. (ton)

Share Berita Ini ke : Facebook | Twitter | Digg


Komentar yang dikirimkan melalui form di bawah ini menjadi tanggung jawab pengirim| Manado Today berhak untuk memuat , tidak memuat, mengedit, dan/atau menghapus data/informasi yang disampaikan oleh pembaca.

Kirim Komentar

Add your comment below, or trackback from your own site. You can also subscribe to these comments via RSS.

Be nice. Keep it clean. Stay on topic. No spam.

You can use these tags:
<a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

This is a Gravatar-enabled weblog. To get your own globally-recognized-avatar, please register at Gravatar.

Loading