Iklan Layanan Manado
Minahasa

Bitung

Minahasa Selatan

Minahasa Tenggara

Tomohon

Utama » Manado

Penataan Ruang Kota Perlu Perhatikan Kebutuhan Anak

Staff Manado Today   |   1 Agustus 2011 – 14:55 WITA

Manado Today – Pemerhati anak Sulawesi Utara (Sulut), Fendy Parengkuan mengatakan, penataan kota perlu diperhatikan ruang bermain bagi kepentingan anak.

“Dalam penataan kota perlu diperhatikan tersedianya kebutuhan anak seperti taman bermain,”kata Parengkuan, yang juga Komisioner Sulawesi Komisi Nasional Perlindungan Anak di Manado.

Fendy Parengkaun yang juga staf pengajar di Fakultas Sastra dan Fakultas Teknik Universitas Sam Ratulangi Manado mengatakan, di Kota Manado masih kurang tersedianya taman bermain bagi anak.

Manado masih sangat memerlukan tersedianya taman bermain anak, khusunya taman bermain populis yakni mudah dijangkau dan digunakan untuk anak dari berbagai kalangan.

“Memang terdapat taman bermain elitis yang disiapkan para pengembang ataupun pengusaha, namun itu sulit dijangkau warga yang kurang mampu dalam segi ekonomi,” kata Perengkuan.

Taman bermain anak populis itu sangat penting, kata Parengkuan, karena antara lain untuk menumbuhkan kreativitas anak.

Dengan adanya taman bermain, memungkinkan anak untuk meluangkan waktunya untuk dapat bermain.

“Sehingga nantinya dapat memberikan dampak positif, selain menumbuhkan kreativitas anak, juga sekaligus berososialisasi dengan sesama anak,” kata Parengkuan.

Parengkuan mencontohkan, seperti di Bandung terdapat taman lalu lintas.

Di Taman tersebut, anak-anak berkumpul bersama-sama untuk belajar mengenai tertib lalu lintas.

“Melalui taman itu, anak-anak sejak kecil diajarkan budaya tertib,” katanya.

Keberadaan taman bermain juga untuk memenuhi amanat undang-undang yakni UU nomor 23 tahun 2002 tentang perlindungan anak, yakni bermain merupakan salah satu hak anak.

Menurut Parengkuan, pada tahun 2011, melalui Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan anak, beberapa daerah di Sulut ikut dalam program kota dan kabupaten layak anak (KLA).

Dengan ditunjuknya menjadi KLA, harus ada mata anggaran pada APBD baik provinsi maupun kabupaten dan kota, untuk peduli terhadap anak.

Dengan masuknya anggaran tersebut merupakan salah satu indikator pemerintah seriusi dan peduli terhadap anak serta menyukseskan KLA. (ann/jw)

Share Berita Ini ke : Facebook | Twitter | Digg


Komentar yang dikirimkan melalui form di bawah ini menjadi tanggung jawab pengirim| Manado Today berhak untuk memuat , tidak memuat, mengedit, dan/atau menghapus data/informasi yang disampaikan oleh pembaca.

Kirim Komentar

Add your comment below, or trackback from your own site. You can also subscribe to these comments via RSS.

Be nice. Keep it clean. Stay on topic. No spam.

You can use these tags:
<a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

This is a Gravatar-enabled weblog. To get your own globally-recognized-avatar, please register at Gravatar.

Loading