Iklan Layanan Manado
Minahasa

Bitung

Minahasa Selatan

Minahasa Tenggara

Tomohon

Utama » Minahasa Selatan

Pencairan Dana di SKPD Minsel Rata-rata Dibawah 15 Persen

Manado Today   |   15 Juni 2011 – 19:01 WITA

 

Amurang Today — Keluhan para Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) dilingkup Pemkab Minahasa Selatan (Minsel), soal minimnya pencairan anggaran, akhirnya terjawab. Hal ini terungkap langsung dalam hearing yang dilakukan DPRD Minsel kepada seluruh bendahara SKPD dan Dinas Pengelolah Keuangan Pendapatan dan Aset Daerah (DPKPAD) Minsel, Rabu (15/6/2011).

Salah satu contoh dari Dinas Keluatan dan Perikanan (DKP), realisasi anggaran baru 10,2 persen, Dinas PU realisasi anggaran 1.5 miliar atau 4.6 persen, Dinaspora Rp1.4 miliar, Discapil Rp7 juta, Dinas Kesehatan Rp 50 atau sekitar 38 persen, Bapeda 14 persen, Dinas Perhubungan Rp 487 juta termasuk gaji, Dinas Sosial Rp 32 juta dan sejumah SKPD lainya justru paling tinggi hanya Rp10 juta sampai Rp15 juta.

Sayangnya para bendahara sendiri terkesan takut mengeluarka unek-unek mereka. Meski pimpinan sidang DPRD sudah mendesak.

“Takut di marah. Harusnya ini menjadi moment bagi mereka untuk mengungkapkan dimana kendala sampai proses pencairan dana tersebut terhambat,” ujar Ketua DPRD Boy Tumiwa BSc SH.

Dalam kesempatan yang sama Tumiwa bersama anggota DPRD lainnya Rommy Pondaag SH selaku Ketua Komisi II bersama anggotanya masing-masing Adnries Rumondor, Gino Rumokoy, Steven Lumowa, Franky Lengkey, Djoundri Pongoh serta Jones Kaseger menyatakan, penggunaan anggaran di APBD Minsel yang berbasis kinerja tidak jalan.

“ Seharusnya dalam proses pencairan dana sampai triwulan ke dua ini sudah berada dikisaran 30 persen. Tapi kenyataannya tidak demikian. Pertanyaannya apakah dengan pencairan dana yang minim mempengaruhi kinerja atau menjadi kendala dalam melaksanakan tugas,” ujar Tumiwa yang juga diiyakan oleh semua anggota DPRD tersebut.

Justru Rumokoy menambahkan sangat disesalkan ternyata hasil laporan penggunaan anggaran yang dilakukan Dinas Keuangan bertolak belakang dengan kondisi yang terjadi di lapangan.

Sementara itu, Kepala Dinas PKPAD Drs Denny Kaawoan saat di mintai tanggapanya mengatakan, proses pencairan dana di keuangan ada sebenarnya sementara dalam proses. Dan untuk administrasi keuangan akan dilakukan pembenahan terlebih dahulu.

“Untuk sementara ini semua berkas yang di masukkan oleh bendahara tersebut sementara di proses karena ada kesalahan teknis,” ujar Kaawoan. (dav)

Share Berita Ini ke : Facebook | Twitter | Digg


Komentar yang dikirimkan melalui form di bawah ini menjadi tanggung jawab pengirim| Manado Today berhak untuk memuat , tidak memuat, mengedit, dan/atau menghapus data/informasi yang disampaikan oleh pembaca.

Kirim Komentar

Add your comment below, or trackback from your own site. You can also subscribe to these comments via RSS.

Be nice. Keep it clean. Stay on topic. No spam.

You can use these tags:
<a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

This is a Gravatar-enabled weblog. To get your own globally-recognized-avatar, please register at Gravatar.

Loading