Iklan Layanan Manado
Minahasa

Bitung

Minahasa Selatan

Minahasa Tenggara

Tomohon

Utama » Berita Pilihan, Headline, Minahasa

Penganiayaan Aparat TNI AU Dinilai Coreng Citra Langowan

Redaksi Manado Today   |   24 Januari 2011 – 21:36 WITA

Tumalun : Kami Himbau Warga Untuk Tidak Berbuat Anarkis

Langowan Today – Aksi penganiayaan yang dilakukan Oknum anggota TNI-AU yang dilatar belakangi peristiwa di tempat makan Mie Bakso, oleh sebagian besar warga dinilai sudah mencoreng citra-nya orang Langowan yang dikenal ramah dan berwibawa sekaligus kota yang aman.

Penganiayaan langowan

Warga Langowan yang Dianiaya (Inzet Bukti Selongsong Peluru yang diamankan polisi) Sumber Foto : Langowan.com

“Ini mencoreng citra kota Langowan. Kami meminta oknum penganiaya ini dihukum seberat-beratnya, jika perlu dipecat saja, sebab sebagai aparat yang seharusnya mengayomi ternyata memberikan contoh yang sangat kejam,” kata Rendy R yang kala itu didampingi Ronal M, Bobby S, Roland T, Fey S, dan Selty warga Langowan Timur.

Hal lain  juga diungkapkan warga yang terlihat masih kesal dengan nasib yang dialami salah satu pemuda Langowan dan harus mendapat perawatan intensif di RSUP Malalayang.

“Ini sepenuhnya adalah mulai munculnya sifat anggap remeh terhadap warga asli oleh oknum pedagang dan ini seharunya harus ditiadakan, sebab merupakan bibit-bibit permusuhan,” kata Wala didamping rekan-rekannya  Jeff T, Belly M, Venny P pemuda Langowan Barat, Utara dan Selatan.

Mengenai munculnya ultimatum yang berisi larangan berjualan, ternyata mendapat sorotan Generasi Muda (Gemud) Kota Langowan Christian K dan Viddy T yang menegaskan seharusnya larangan itu hanya diberlakukan bagi oknum pedagang yang bermasalah, bukan pada keseluruhan pedagang sebab hal ini menyangkut hajat hidup orang yang saat ini mebutuhkan nafkah bagi keluargannya.

“Seharusnya tindak Ultimatum ini seharusnya di berlakukan hanya kepada oknum yang di maksud, agar supaya para pedagang pendatang lainya yang tidak tahu apa-apa tidak terkena getahnya, karena ini sudah menyangkut dengan urusan untuk mencari nafkah seseorang, “ kata mereka.

Berdasarkan informasi, akibat ultimatum ini memang pedagang pendatang tersebut sekarang telah mengungsi di luar Langowan akibat ketakutan akan aksi anarkisme.

Kapolsek Langowan Timur AKP Ronny Tumalun, SE Ketika di konfirmasi manado today mengatakan, pihaknya tetap akan menindak tegas tanpa pandang bulu, terhadap oknum-oknum yang melakukan aksi-aksi anarkisme dan yang bertindak diluar kewajaran.

“Kami tetap akan mengambil langkah tegas, sekaligus saya menghimbau seluruh warga untuk beraktivitas seperti biasa, Langowan sudah kondusif,” kata Tumalun.

Berdasarkan pantauan, hingga kini masih terlihat patroli polisi ditempat-tempat yang dianggap banyak dihuni oleh pedagang pendatang guna mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan terjadi. (evL)

Share Berita Ini ke : Facebook | Twitter | Digg


Komentar yang dikirimkan melalui form di bawah ini menjadi tanggung jawab pengirim| Manado Today berhak untuk memuat , tidak memuat, mengedit, dan/atau menghapus data/informasi yang disampaikan oleh pembaca.

One Response »

Kirim Komentar

Add your comment below, or trackback from your own site. You can also subscribe to these comments via RSS.

Be nice. Keep it clean. Stay on topic. No spam.

You can use these tags:
<a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

This is a Gravatar-enabled weblog. To get your own globally-recognized-avatar, please register at Gravatar.

Loading