Iklan Layanan Manado
Minahasa

Bitung

Minahasa Selatan

Minahasa Tenggara

Tomohon

Utama » Bitung, Hukum dan Kriminal

Pengedar Video Mesum Bebas Berkeliaran, Ortu Korban Keberatan

Aldy Monareh   |   31 Oktober 2011 – 20:29 WITA

Bitung, MTC – Mungkin masih segar dalam ingatan terungkapnya kasus Video mesum yang melibatkan dua ABG KS alias Kamal (19) Dan MT Alias Midi (nama samaran-red) Warga Kakenturan I Kecamatan Maesa, pada Mey 2011 silam.

Kasus yang melibatkan dua anak remaja yang saat ini masih sementara dalam proses pengadilan Negeri Bitung ini, ternyata berbuntut kekecewaan orang tua korban MT yang diduga pelaku dalam video mesum tersebut. Pasalnya ortu korban yang bernama EK alias Ester (61) merasa kecewa karena menurutnya, anak semata wayangnya itu seharusnya menjadi korban bukan tersangka, karena tersebarnya video ini akibat ulah dari FK alias Florce sebagai orang yang menyebarkan video tersebut.

Kepada sejumlah wartawan, Senin (31/10/2011) sore tadi wanita paruh baya ini menuturkan kekecewaannya terhadap aparat hukum yang menurutnya tidak adil, sebab si pengedar video mesum ini masih bebas berkeliaran, sementara anaknya sudah ditahan selama lima bulan dan saat ini masih mengikuti proses persidangan.

”Seharusnya bukan saja anak saya yang ditahan si pengedar video juga harus ditahan dan diadili. Dan sebagai orang tua tentunya saya minta keadilan aparat hukum,” tuturnya sambil terisak.

Ia juga mempertanyakan mengapa setiap kali persidangan Ia dan keluarganya tidak diijinkan melihat jalannya sidang tersebut.

”Saya juga heran kenapa setiap kali sidang digelar kami tidak diperkenankan melihat,” ujarnya.

Dituturkannya bahwa asal muasal video ini tersebar, karena HP anaknya dipinjam oleh adik FK alias Florce selama tiga hari, lalu video tersebut di kirimkan Folrce ke HPnya denhgan menggunakan bluetooth kemudian disebarkan, yang akhirnya di temukan aparat Kepolisian Resort (Polres) Bitung.

”Tapi anehnya Hanya MT dan KS yang ditahan. Sementara si pengedar hanya dimintai keterangan dan kesaksian di Pengadilan tanpa dilakukan upaya penahanan. Karena seharusnya si pengedar juga ditahan,” ujarnya sembari mengharapkan agar aparat penegak hukum tidak tebang pilih dalam kasus ini. (lou)

Share Berita Ini ke : Facebook | Twitter | Digg


Komentar yang dikirimkan melalui form di bawah ini menjadi tanggung jawab pengirim| Manado Today berhak untuk memuat , tidak memuat, mengedit, dan/atau menghapus data/informasi yang disampaikan oleh pembaca.

Kirim Komentar

Add your comment below, or trackback from your own site. You can also subscribe to these comments via RSS.

Be nice. Keep it clean. Stay on topic. No spam.

You can use these tags:
<a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

This is a Gravatar-enabled weblog. To get your own globally-recognized-avatar, please register at Gravatar.

Loading