Iklan Layanan Manado
Minahasa

Bitung

Minahasa Selatan

Minahasa Tenggara

Tomohon

Utama » Headline, Minahasa Selatan

Perawat yang Tenggelam di Pantai Lakban, Punya Hobi Berenang

Aldy Monareh   |   24 Juni 2012 – 14:50 WITA

Letnan Ayu Luturmas : Saya Siap Berikan Nyawa Saya, Jika Keluarga Menuntut

KUMELEMBUAI (manadotoday.com) – Yulinda (22) perawat di Klinik Bala Keselamatan, salah satu korban yang tenggelam di Pantai Lakban Ratatotok, Minahasa Utara, Sabtu (23/6) kemarin, ternyata memiliki hobi berenang semasa hidupnya. Dan untuk mengisi hari liburnya, Ia kemudian meminta agar bisa bertamasya ke Pantai sehingga Ia dapat berenang sepuas mungkin.

”Ia sangat senang dan bahagia ketika diputuskan akan bertamasya ke pantai Lakban,” ujar pemimpin Gereja Bala Keselamatan Kumelembuai Atas Letnan Ayu Luturmas.

Ia kemudian, menuturkan bahwa sebelum peristiwa naas ini terjadi tidak ada tanda-tanda atau firasat jika akan terjadi kecelakaan yang akhirnya merenggut dua nyawa yang mereka kasihi.

”Kunjungan ke Pantai Lakban dalam rangka Ibadah tamasya dan mengisi hari libur, sudah direncanakan selama seminggu,” ujarnya.

Awalnya kata Letnan Ayu ini, Ia mengusulkan tamasya dalam rangka hari libur sebaiknya, berenang di Water Park, Citra Land. Namun Ia (Linda, red) menolak alasannya Ia tidak akan puas jika hanya berenang di Citra Land.

”Linda mengusulkan bertamasya saja di pantai Moinit. Namun saya tolak, karena saya katakan di Pantai itu banyak yang mati. Sementara di Pantai Amurang juga saya katakan tidak bagus karena kotor,” tuturnya dengan terisak.

Akhirnya setelah berembuk, kata Luturmas, saya dan suami memutuskan untuk ke Pantai Lakban, karena panoramanya Indah.

”Linda sangat senang, karena ia katakan Ia akan berenang sepuas mungkin. Dan sebelum ke Pantai Lakban kami kemudian mengadakan beston dan puasa untuk meminta pertolongan Tuhan agar diberkati dan disertai dalam perjalanan,” ujarnya.

Dua menit setelah tiba di pantai Lakban, Linda, Mega, Putu, Amanda dan Marsel kemudian berfoto ria, namun tiba-tiba dari tempat mereka berfoto ada yang berteriak minta tolong. Kami kemudian menuju lokasi , tapi sayang ketiga korban yang terperosok ke laut, hanya hanya Putu yang bisa diselamatkan, sementara Linda dan Mega sudah terbawa arus.

”Kami kemudian mencari upaya pertolongan kepada aparat Kepolisian. Yang langsung datang ke TKP dan melakukan pencarian. Sekitar satu jam kemudian keduanya ditemukan Tim SAR, namun sayangnya sudah tidak bisa diselamatkan,” ucapnya.

Sebagai orang yang bertanggung jawab, Luturmas mengatakan bahwa jika keluarga akan menuntut, Ia akan siap mempertanggungjawabkan segala sesuatu.

”Saya persilahkan jika memang keluarga menuntut saya, karena mereka berdua dalam kunjungan tersebut merupakan tanggungjawab saya. Dan jika perlu akan saya berikan nyawa saya, sebagai gantinya. Karena jika materi yang akan diminta saya tidak punya,” katanya dengan penuh isak tangis.

”Saya hanya bisa berdoa, semoga keluarga diberikan ketabahan. Dan saya juga minta dukungan doa dari seluruh masyarakat dan jemaat,” tutupnya. (lou)

Share Berita Ini ke : Facebook | Twitter | Digg


Komentar yang dikirimkan melalui form di bawah ini menjadi tanggung jawab pengirim| Manado Today berhak untuk memuat , tidak memuat, mengedit, dan/atau menghapus data/informasi yang disampaikan oleh pembaca.

Kirim Komentar

Add your comment below, or trackback from your own site. You can also subscribe to these comments via RSS.

Be nice. Keep it clean. Stay on topic. No spam.

You can use these tags:
<a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

This is a Gravatar-enabled weblog. To get your own globally-recognized-avatar, please register at Gravatar.

Loading